Petenis muda Filipina, Alexandra Eala, berhasil mengamankan tempat di perempat final turnamen WTA 1000 Dubai setelah melewati pertarungan sengit melawan veteran Rumania, Sorana Cirstea. Kemenangan ini mengantarkan Eala, yang baru berusia 20 tahun, untuk menghadapi unggulan Coco Gauff dalam pertemuan perdana mereka di lapangan tenis.

Dalam pertandingan babak ketiga Dubai Duty Free Tennis Championships yang berlangsung Kamis, 19 Februari 2026 WIB, Eala menunjukkan performa gemilang di momen-momen krusial. Ia menundukkan Cirstea dengan skor 7-5, 6-4 dalam waktu 1 jam 38 menit.

Eala Tampil Solid di Momen Krusial

“Setiap babak adalah pertarungan yang sengit dan penuh ketegangan. Jadi saya sangat senang dengan penampilan saya, dan saya sangat senang bisa berbagi momen ini dengan kalian semua,” ujar Eala dalam wawancara di lapangan, sebagaimana dikutip dari WTA.

Petenis peraih medali emas tunggal putri SEA Games 2025 itu menambahkan, “Kuncinya hari ini adalah tetap tenang dan percaya pada pukulan saya. Saya rasa saya sangat solid di momen-momen tertentu yang dibutuhkan, dan itu tercermin dalam penampilan dan skor saya.”

Kepercayaan diri Eala terlihat jelas sepanjang pertandingan. Pada set pertama, ia berhasil mendapatkan break penting saat kedudukan 5-5, memimpin 6-5 dan berkesempatan menyelesaikan set. Meskipun Cirstea sempat menyelamatkan dua set point, Eala akhirnya memanfaatkan set point ketiga untuk memenangi set pertama.

Memasuki set kedua, Eala langsung tancap gas dengan mendapatkan break point di awal, memanfaatkan servis kedua Cirstea untuk unggul 1-0. Ia kembali mengambil alih servis kedua petenis Rumania itu untuk memperlebar keunggulan menjadi 3-0, kemudian memperkuat posisinya dengan servis tanpa kehilangan poin, membangun keunggulan meyakinkan 4-0.

Setelah menyelamatkan dua break point untuk mempertahankan servis dan unggul 5-1, Eala sempat menyaksikan Cirstea memenangi tiga gim berturut-turut, memperketat jalannya set. Namun, Eala berhasil mempertahankan servisnya tanpa kehilangan poin untuk terakhir kalinya, mengamankan kemenangan dengan pukulan forehand winner, mirip dengan yang ia lakukan saat melawan Jasmine Paolini di babak kedua sehari sebelumnya.

Catatan Sejarah dan Pertemuan Selanjutnya

Kemenangan atas Cirstea ini tidak hanya mengantarkan Eala ke perempat final WTA 1000 Dubai pertamanya, tetapi juga menjadikannya petenis Filipina pertama yang mencapai babak tersebut sejak turnamen ini dimulai pada tahun 2001. Ini merupakan perempat final WTA 1000 keduanya, setelah sebelumnya mencapai semifinal di Miami musim lalu.

Sejak format WTA 1000 diperkenalkan pada tahun 2009, Eala menjadi petenis Asia ketiga yang mencapai beberapa perempat final sebelum berusia 21 tahun, bergabung dengan nama-nama besar seperti Naomi Osaka dan Zheng Qinwen.

Kemenangan ini juga mengakhiri rentetan tujuh kemenangan beruntun Sorana Cirstea, yang dimulai sejak ia meraih gelar juara di Cluj-Napoca. Fakta menarik lainnya adalah selisih usia 15 tahun 46 hari antara Eala dan Cirstea merupakan yang terbesar antara dua lawan di babak 16 besar atau lebih jauh dalam sejarah Dubai Duty Free Tennis Championships sejak tahun 2001.

Di babak perempat final, Alexandra Eala akan menghadapi tantangan berat dari petenis Amerika Serikat, Coco Gauff, dalam pertemuan pertama mereka di turnamen profesional.