Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau ketat kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah yang berada di kawasan Timur Tengah. Pemantauan intensif ini dilakukan menyusul eskalasi konflik yang memanas di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengungkapkan, komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di negara-negara Timur Tengah telah dilakukan sejak hari pertama kondisi geopolitik memanas. “Kita sudah lakukan komunikasi, kita pantau terus pergerakannya,” kata Dzulfikar usai bertemu Gubernur Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/6).

Ia menambahkan, nomor hotline juga telah disebar kepada pekerja migran dan warga Indonesia di Timur Tengah agar dapat dihubungi sewaktu-waktu. “Prinsipnya, negara selalu hadir dalam setiap perubahan eskalasi yang ada di Timur Tengah,” tegasnya.

Terkait kemungkinan adanya warga asal Jawa Tengah atau Indonesia yang terjebak di wilayah konflik, Dzulfikar belum dapat memastikan. Pihaknya masih melakukan pendataan dan menunggu laporan dari para pekerja migran. “Sekarang ini kan selain pekerja migran, ada juga jemaah umrah. Sejauh ini ya, kalau kita lihat komposisinya pasti sejauh ini aman terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga dan menjamin keamanan serta keselamatan PMI, khususnya dari Jawa Tengah. Pemantauan yang berlangsung saat ini merupakan wujud komitmen tersebut. Pemprov Jateng bahkan menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah pemulangan warganya jika situasi mendesak, berkolaborasi dengan KP2MI dan Kementerian Luar Negeri.

Selain dampak konflik, upaya perlindungan juga mencakup penanganan PMI bermasalah atau yang berangkat tidak sesuai prosedur. “Kalau perlu kami pulangkan, maka akan kami lakukan,” ujar Ahmad Luthfi saat berdialog dengan Dzulfikar, merujuk pada belasan dari sekitar 50-an PMI yang sebelumnya bermasalah dan telah ditangani.

Sumber Gambar: https://kilatnews.co/konflik-timur-tengah-memanas-pemerintah-terus-pantau-kondisi-pekerja-migran-asal-jateng/