Arus balik perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah mulai menunjukkan puncaknya pada Senin (23/3/2026), dengan kepadatan signifikan terjadi di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Pelabuhan Bakauheni. Peningkatan volume kendaraan dan penumpang ini mendorong pihak berwenang untuk menerapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way di Tol Cipali menuju Jakarta.

Lonjakan Kendaraan di Tol Cipali, Skema One Way Diberlakukan

Kepadatan arus balik di Tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat, terpantau meningkat drastis sejak Senin (23/3) pagi. Data dari Astra Tol Cipali menunjukkan, sekitar 13 ribu kendaraan melintasi Cikopo menuju Jakarta antara pukul 00.00 hingga 09.00 WIB.

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengungkapkan, “Jumlah tersebut meningkat 161,5 persen dibandingkan volume kendaraan pada waktu yang sama sehari sebelumnya.” Ia menambahkan, “Peningkatan volume lalu lintas ke arah Jakarta ini menandakan arus balik sudah mulai terjadi.”

Sementara itu, arus kendaraan dari arah Cikopo menuju Cirebon tercatat sekitar 12 ribu unit, turun sekitar 36,3 persen dibandingkan hari sebelumnya. “Arus menuju Cirebon terpantau mulai melandai dibandingkan hari sebelumnya,” ujar Ardam.

Untuk mengantisipasi lonjakan lebih lanjut, skema one way menuju Jakarta diberlakukan di ruas Tol Cipali mulai Senin (23/3) pukul 17.08 WIB. Rekayasa lalu lintas ini membentang dari KM 263 Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 Tol Jakarta–Cikampek. Sterilisasi jalur dan rest area telah dilakukan sejak pukul 14.00 WIB sebagai persiapan. Penerapan one way bersifat situasional, mengikuti diskresi dari Korlantas Polri.

Astra Tol Cipali mengimbau pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan, menjaga jarak aman, dan mematuhi arahan petugas. “Kami juga mengimbau agar tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat,” kata Ardam. Bagi pemudik yang membutuhkan istirahat dan rest area penuh, disarankan keluar melalui gerbang tol terdekat tanpa perubahan tarif.

Pelabuhan Bakauheni Alami Peningkatan Penumpang dan Kendaraan

Di sisi lain, Pelabuhan Bakauheni, Lampung, juga mencatat peningkatan signifikan pergerakan penumpang dan kendaraan pada H+2 Lebaran, Senin (23/3). General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyatakan bahwa trafik di pelabuhan mulai ramai sejak Minggu (22/3) hingga Senin (23/3) sore.

“Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” ujar Partogi Tamba.

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam, tercatat 146 trip kapal dengan total 51.751 penumpang, meningkat 30,5 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan mencapai 14.094 unit, naik 45,3 persen.

Lonjakan paling mencolok terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit (naik 59,4 persen), diikuti kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit (naik 27,9 persen). Kendaraan logistik melonjak 189,6 persen menjadi 1.202 unit, sementara bus meningkat 19,7 persen menjadi 237 unit.

ASDP telah menerapkan skema pengalihan kendaraan untuk arus balik. Arus menuju Pulau Jawa dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA. Kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu, sementara truk golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan diarahkan menunggu di buffer zone atau rest area tol.

Para pemudik diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan, cukup beristirahat, dan memastikan kondisi kendaraan prima selama perjalanan arus balik. Penting juga untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.