Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat total 1.041,74 hektare lahan di 11 kabupaten/kota telah hangus akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak awal tahun 2026. Data ini dirilis pada Senin, 23 Februari 2026, di tengah upaya penanganan intensif.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, merinci bahwa 11 daerah yang terdampak Karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

Luasan Lahan Terbakar di Setiap Wilayah

Jim Gafur menjelaskan, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan luasan Karhutla terbesar, mencapai 612,30 hektare. Berikut rincian luasan lahan yang terbakar di masing-masing daerah:

  • Kota Dumai: 30,52 Ha
  • Bengkalis: 201,01 Ha
  • Kepulauan Meranti: 13,40 Ha
  • Siak: 63,53 Ha
  • Kota Pekanbaru: 14,08 Ha
  • Kabupaten Kampar: 29,50 Ha
  • Pelalawan: 612,30 Ha
  • Inhu: 1,20 Ha
  • Inhil: 64,70 Ha
  • Rohil: 10 Ha
  • Kuansing: 1,50 Ha

“Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 1.041,74 Hektare,” kata Jim Gafur pada Senin (23/2).

Selain luasan lahan, BPBD Damkar Riau juga mendeteksi adanya 1.849 hotspot atau titik panas, dengan 128 di antaranya teridentifikasi sebagai fire spot atau titik api. “Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128,” tambahnya.

Penanganan dan Status Siaga Darurat

Meskipun demikian, Jim Gafur memastikan bahwa Karhutla di beberapa wilayah tersebut telah berhasil ditangani oleh tim gabungan di lokasi. Kondisi ini turut terbantu oleh curah hujan yang cukup merata di Riau dalam beberapa hari terakhir. “Laporan dari masing-masing daerah Karhutla di wilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini,” ujarnya.

Berbagai unsur terlibat dalam upaya penanganan Karhutla, termasuk BPBD Kabupaten/Kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, dan pihak perusahaan. Riau sendiri telah menetapkan status siaga darurat Karhutla. “Apalagi saat ini Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Diharapkan penanganan Karhutla di Riau dapat lebih maksimal lagi,” jelas Jim Gafur.

Sebagai bagian dari strategi mitigasi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilaksanakan di daerah pesisir Riau, khususnya di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Bengkalis. “OMC dilakukan di wilayah pesisir Riau. Total sudah 7 ton garam (NaCl) disemai,” pungkasnya.