Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, menegaskan komitmennya untuk memperluas gerbang diplomasi melalui sektor pendidikan. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan resmi ke Kabupaten Tegal pada Kamis, 14 Mei 2026, yang disambut hangat oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman.

Kunjungan Abdalfatah ke Kabupaten Tegal ini mencatatkan sejarah sebagai perjalanan dinas resmi pertamanya ke luar kota di Pulau Jawa sejak ia menjabat pada Januari lalu. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang koordinasi strategis terkait isu kemanusiaan dan potensi kerja sama daerah.

Penjajakan Beasiswa dan Solidaritas Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran Dubes Palestina. Ia memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan kekayaan lokal Tegal kepada delegasi, termasuk kuliner khas dan destinasi wisata unggulan.

“Ini adalah kehormatan besar bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Selain membahas agenda penting, kami juga memperkenalkan potensi unggulan daerah, mulai dari kuliner khas seperti sate kambing muda dan nasi bogana, hingga destinasi wisata pemandian air panas Guci,” ujar Ischak.

Ischak juga menegaskan bahwa solidaritas warga Tegal terhadap perjuangan Palestina sangatlah nyata, yang diwujudkan melalui penyaluran donasi rutin via Baznas serta dukungan moral yang terus mengalir.

Peluang Kerja Sama Pendidikan

Dubes Abdalfatah A.K. Alsattari memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi dukungan masyarakat Indonesia, khususnya warga Tegal. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah peluang kerja sama di sektor pendidikan.

Abdalfatah berharap ke depan akan ada program beasiswa bagi pemuda Palestina untuk menempuh studi di universitas-universitas yang ada di Kabupaten Tegal. “Kami ingin membuka gerbang diplomasi lebih luas melalui kerja sama konkret, seperti pendidikan, guna membantu mencerdaskan generasi bangsa kami yang saat ini tengah menghadapi situasi sulit,” ungkapnya melalui penerjemah.

Aksi Kemanusiaan dan Promosi Wisata

Founder sekaligus Ketua Umum Wanita Muslimah Indonesia (WMI), Aliefety Putu Garnida, menjelaskan bahwa pemilihan Tegal sebagai titik awal kunjungan didasari oleh kedekatan emosional. Kehadiran Dubes Palestina ini juga dibarengi dengan aksi sosial nyata di lapangan.

“Setelah pertemuan resmi ini, agenda dilanjutkan dengan bakti sosial di Desa Cawitali, Kecamatan Bumijawa pada Jumat (15/5). Dubes juga bermalam di Guci untuk merasakan langsung potensi pariwisata kita,” pungkas Aliefety.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain di Indonesia untuk membangun diplomasi tingkat lokal yang berdampak langsung pada misi kemanusiaan internasional.