PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Palu, Sulawesi Tengah, memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Pantoloan akan terjadi pada 13 Maret dan 17 Maret 2026. Prediksi ini disampaikan seiring dengan masuknya periode Angkutan Lebaran.
Kepala PT Pelni Cabang Palu, Christian Moreys Nainggolan, menjelaskan bahwa tanggal-tanggal tersebut menjadi fokus utama lonjakan penumpang. “Kami memprediksi puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Pantoloan terjadi pada 13 Maret dan 17 Maret 2026,” ujar Christian di Palu, Kamis (12/3/2026).
Puncak arus mudik pertama diprediksi pada Jumat, 13 Maret 2026, dengan keberangkatan KM Dorolonda yang melayani rute tujuan Balikpapan dan Surabaya. Kedua kota ini merupakan daerah tujuan favorit bagi masyarakat Kota Palu dan sekitarnya.
Selanjutnya, puncak kedua diperkirakan pada Selasa, 17 Maret 2026, menggunakan KM Lambelu. Kapal ini akan berlayar menuju Balikpapan, Pare-Pare, Makassar, Bau-bau, Maumere, hingga Larantuka. Tanggal 17 Maret juga menjadi jadwal terakhir kapal Pelni berlabuh di Pelabuhan Pantoloan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sementara itu, untuk arus balik Lebaran, Pelni Cabang Palu memprediksi akan berlangsung pada 23 Maret dan 25 Maret 2026 di Pelabuhan Pantoloan.
Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Kesiapan Armada
Hingga saat ini, Pelni mencatat sekitar 1.000 tiket telah terjual untuk angkutan arus mudik Lebaran melalui Pelabuhan Pantoloan. Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik, Pelni Cabang Palu telah menyiapkan dua armada kapal penumpang, yakni KM Lambelu dan KM Dorolonda.
Masing-masing kapal memiliki kapasitas angkut penumpang sebanyak 2.000 orang. Christian memastikan bahwa persiapan armada telah dilakukan secara menyeluruh. “Untuk kesiapan armada, kami memastikan seluruh kapal layak laut dan layak operasi,” tegasnya.
Persiapan tersebut meliputi docking kedua kapal untuk memastikan kesiapan dan kelancaran angkutan laut. Selain itu, pihaknya juga melakukan ramp check guna memastikan kelaikan kapal dari aspek teknis, keselamatan, dan administrasi. Pengawasan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta kelengkapan alat keselamatan juga menjadi prioritas untuk memastikan siap digunakan saat keadaan darurat.
Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Pelni Cabang Palu juga berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait. Instansi seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, TNI, Polri, dan Basarnas turut dilibatkan dalam upaya pengamanan dan pelayanan di Pelabuhan Pantoloan.
