Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memastikan seluruh layanan kesehatan di 11 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayahnya tetap beroperasi optimal sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. Penyesuaian jam kerja yang diberlakukan tidak akan mengurangi standar operasional prosedur (SOP) maupun kualitas pelayanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Emirald Isfihan, menegaskan komitmen tersebut pada Selasa, 18 Februari 2026. “Kami pastikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak akan berkurang selama Ramadhan,” ujar dr Emirald.
Penyesuaian Jam Kerja ASN
Selama Ramadhan, terdapat penyesuaian jam operasional yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Mataram. Untuk unit kerja dengan enam hari kerja, seperti puskesmas, jam layanan akan berlangsung pada:
- Senin hingga Kamis: pukul 08.00–14.00 Wita
- Jumat: pukul 08.00–11.00 Wita
- Sabtu: pukul 08.00–13.30 Wita
Sementara itu, bagi unit kerja dengan lima hari kerja, jadwalnya adalah:
- Senin hingga Kamis: pukul 08.00–15.45 Wita, dengan waktu istirahat pukul 12.00–12.30 Wita
- Jumat: pukul 08.00–11.30 Wita
Secara keseluruhan, jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Ramadhan akan dikurangi dari 37,5 jam per minggu menjadi 32,5 jam.
Kualitas Layanan Tetap Terjaga
Emirald menambahkan, penyesuaian jam kerja ini tidak akan berdampak pada pengurangan jenis layanan maupun kualitas penanganan medis. Seluruh poliklinik di puskesmas, termasuk poliklinik gigi, akan tetap buka dan melayani masyarakat.
“Prinsipnya, pelayanan kami meskipun puasa jangan sampai mengurangi kualitas,” tegasnya.
Pihak Dinkes Mataram menyatakan bahwa perubahan jadwal ini merupakan rutinitas tahunan yang sudah dipahami oleh seluruh staf. Dengan adanya kepastian ini, masyarakat Kota Mataram diharapkan dapat tetap mengakses fasilitas kesehatan dengan nyaman sesuai jam operasional yang telah ditentukan.
Meskipun demikian, jajaran puskesmas diminta untuk melakukan kesiapan teknis secara maksimal. Para petugas medis juga diimbau untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima saat melayani pasien dalam keadaan berpuasa.
“Para petugas harus tetap menjaga fisik dan mental agar prima saat melayani pasien dalam keadaan berpuasa,” pungkas dr Emirald Isfihan.
