Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari daerah pemilihan Jawa Tengah X, Yoyok Riyo Sudibyo dan Rizal Bawazier, memberikan pengawalan ketat terhadap kasus tewasnya Diva Maelisa (15), asisten rumah tangga (ART) asal Kabupaten Batang. Diva ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai empat rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.
Yoyok Riyo Sudibyo bahkan turun langsung ke Jakarta untuk memastikan proses penanganan kasus berjalan maksimal. Setibanya di ibu kota, Yoyok segera mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
“Saya sampai Jakarta sekitar pukul 09.15, langsung ke Polres, komunikasi, koordinasi, bahkan duduk bersama pihak terkait. Semua proses awal sudah selesai,” ujar Yoyok kepada jurnalis pada Minggu (26/4).
Yoyok memastikan bahwa proses autopsi terhadap jenazah korban telah rampung pada dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Jenazah kemudian diberangkatkan ke kampung halaman Diva di Batang sekitar pukul 05.30 WIB tanpa kendala berarti.
Mantan Bupati Batang ini berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan akan terus memantau secara intensif. “Saya pengawalan ketat untuk kasus ini. Saya akan kawal betul sampai tuntas,” tegas Yoyok.
Meski demikian, Yoyok memilih berhati-hati dalam menyampaikan dugaan awal terkait penyebab kejadian. Ia menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kepada aparat penegak hukum, sambil terus mendorong agar penyidikan dilakukan secara adil dan transparan. “Saya tidak ingin berspekulasi. Yang jelas saya minta proses hukum ditegakkan seadil-adilnya,” ucap Yoyok.
Kejanggalan Insiden Jatuh dari Lantai Empat
Yoyok secara tegas menyoroti adanya kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, fakta bahwa terdapat dua orang yang terlibat dalam insiden jatuh dari lantai empat menjadi pertanyaan serius yang harus dijawab penyidik.
“Kalau dua orang jatuh bersamaan, itu jelas aneh. Ini harus didalami,” tegas Yoyok.
Penyidik telah memeriksa berbagai pihak terkait, termasuk penyalur tenaga kerja dan pemilik rumah kos. Selain itu, sejumlah barang bukti seperti rekaman CCTV dan telepon genggam juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. “Semua sudah diproses, semua sudah dipanggil. Kita tunggu hasilnya,” imbuhnya.
Sorotan serupa datang dari rekan Yoyok sesama anggota DPR RI dapil Jateng X, Rizal Bawazier. Rizal mengatakan kasus ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa dan harus dibongkar hingga ke akar-akarnya.
Rizal menyebut kemungkinan adanya tekanan berat terhadap korban perlu didalami secara serius, mengingat tindakan ekstrem yang terjadi. “Kalau sampai nekat seperti itu, pasti ada tekanan luar biasa. Ini tidak boleh berhenti di kronologi saja,” ujar Rizal.
Ia mendesak Polda Metro Jaya untuk mengusut kasus ini secara transparan, termasuk membuka kemungkinan adanya kekerasan atau pelanggaran hak pekerja. Rizal juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pekerja usia muda dari daerah.
“Tragedi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar lebih aktif dalam memberikan perlindungan dan edukasi ketenagakerjaan,” pungkas Rizal.
Diva Maelisa diketahui merupakan warga Desa Ngroto, Kabupaten Batang, yang berasal dari keluarga kurang mampu. Demi membantu ekonomi keluarga, korban memilih merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai ART meski masih berusia 15 tahun.
Kasus ini hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Desakan dari parlemen diharapkan mampu mendorong pengungkapan fakta secara menyeluruh, sekaligus membuka kemungkinan adanya praktik eksploitasi dan tekanan terhadap pekerja di bawah umur.
