Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran tautan video viral berjudul “Ibu Tiri Vs Anak Tiri di Kebun Sawit atau Dapur” yang kembali marak di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan. Tautan tersebut bukan hanya berpotensi menyesatkan, tetapi juga menjadi modus operandi kejahatan siber seperti phishing dan penyebaran malware yang dapat membahayakan data pribadi pengguna.
Modus Operandi dan Bahaya di Balik Tautan Viral
Penyebaran tautan dengan judul sensasional ini memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap konten kontroversial. Namun, alih-alih menampilkan video yang dijanjikan, tautan tersebut seringkali mengarahkan pengguna ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi, seperti kredensial login, nomor rekening, atau data sensitif lainnya. Dalam beberapa kasus, mengklik tautan tersebut juga dapat memicu unduhan otomatis perangkat lunak berbahaya (malware) yang dapat merusak perangkat atau mengambil alih kendali sistem.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah berulang kali mengeluarkan peringatan serupa terkait modus penipuan daring. Mereka menekankan pentingnya verifikasi sumber dan keaslian tautan sebelum membukanya. “Masyarakat harus selalu skeptis terhadap tautan yang menawarkan konten terlalu sensasional atau meminta informasi pribadi secara mendadak,” ujar seorang juru bicara Kominfo dalam keterangan persnya pada awal April 2026.
Ciri-ciri Tautan Berbahaya dan Langkah Pencegahan
Ada beberapa ciri yang dapat dikenali untuk mengidentifikasi tautan berbahaya. Pertama, perhatikan URL atau alamat situs web. Tautan phishing seringkali menggunakan domain yang tidak lazim, ejaan yang salah dari situs populer, atau kombinasi karakter acak. Kedua, waspadai permintaan izin akses yang tidak biasa setelah mengklik tautan, seperti permintaan untuk mengakses kontak, galeri, atau mikrofon.
Untuk mencegah menjadi korban, masyarakat dianjurkan untuk selalu berhati-hati. Jangan pernah mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan. Pastikan untuk selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi antivirus pada perangkat Anda. Selain itu, aktifkan fitur otentikasi dua faktor (2FA) pada semua akun daring untuk menambah lapisan keamanan.
Tindakan Jika Terlanjur Mengklik
Apabila Anda terlanjur mengklik tautan yang mencurigakan, segera lakukan langkah-langkah mitigasi. Pertama, putuskan koneksi internet pada perangkat Anda untuk menghentikan potensi penyebaran malware atau pencurian data. Kedua, segera ubah semua kata sandi akun penting yang mungkin terpengaruh, terutama yang menggunakan kata sandi serupa. Ketiga, lakukan pemindaian menyeluruh dengan perangkat lunak antivirus yang terpercaya. Jika ada indikasi pencurian data atau peretasan, segera laporkan ke pihak berwajib atau penyedia layanan terkait.
Penyebaran hoaks atau konten bermuatan pornografi, termasuk melalui tautan palsu, juga dapat dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Oleh karena itu, edukasi digital dan literasi siber menjadi kunci utama bagi masyarakat untuk membentengi diri dari berbagai ancaman kejahatan siber yang terus berkembang.
