Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat akan menyalurkan bantuan benih padi kepada petani di Kabupaten Polewali Mandar yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan ini menyusul peninjauan tim DTPHP Sulbar ke lokasi persawahan terdampak di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, pada Kamis (26/2).
Luas lahan persawahan yang mengalami gagal panen akibat kekeringan di Desa Buku diperkirakan mencapai 2,31 hektare. DTPHP Sulbar berkomitmen untuk membantu meringankan beban petani dengan menyediakan benih padi sesuai dengan luas lahan yang terdampak.
“Kami akan membantu petani melalui pemberian benih padi sesuai luas lahan yang terdampak,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Sulbar, Titiek Anas, saat meninjau lokasi persawahan di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kamis (26/2).
Dalam kunjungan tersebut, tim DTPHP Sulbar tidak hanya melihat langsung kondisi lahan, tetapi juga berdialog dengan para petani untuk mendengarkan kendala yang mereka hadapi. Titiek Anas mengungkapkan, petani menyampaikan sejumlah permasalahan utama yang menjadi penyebab gagal panen.
“Kekeringan menjadi faktor utama yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman padi,” ujar Titiek.
Selain itu, petani juga mengeluhkan keterbatasan alat dan mesin pertanian, khususnya traktor, yang menyebabkan keterlambatan dalam proses pengolahan lahan. Permasalahan lain yang disampaikan adalah penutupan pintu air di bagian hulu setelah penggarapan sawah, yang menghambat distribusi air ke lahan pertanian.
Petani juga menghadapi masalah tidak tersedianya saluran pembuangan air. Kondisi ini membuat debit air tidak dapat dikendalikan secara alami saat terjadi hujan, sehingga petani terpaksa menggunakan pompa air.
Menanggapi kebutuhan mendesak petani akan benih baru pasca-gagal panen, Titiek Anas menegaskan pentingnya bantuan tersebut. “Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban petani serta mempercepat proses pemulihan produksi pertanian Kabupaten Polewali Mandar,” tambahnya.
Titiek berharap kunjungan ini dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mengatasi berbagai tantangan di sektor pertanian. Ia juga menekankan bahwa selain bantuan benih, perhatian terhadap aspek teknis seperti ketersediaan alat pertanian dan pengelolaan sistem irigasi juga krusial untuk keberlanjutan produksi pangan.
“Dengan adanya dukungan pemerintah dan sinergi semua pihak, petani di Desa Buku diharapkan dapat bangkit dari dampak gagal panen dan kembali meningkatkan produksi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Polewali Mandar,” pungkas Titiek.
