Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menargetkan seluruh proyek drainase, saluran, rumah pompa, hingga bozem yang tengah dikerjakan tahun ini dapat rampung pada Oktober atau paling lambat November 2026. Pengerjaan infrastruktur ini merupakan upaya antisipasi genangan dan banjir di berbagai titik kota.
Hidayat Syah, Kepala DSDABM Kota Surabaya, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek telah dimulai sejak awal April hingga Mei 2026. Memasuki bulan Juni dan Juli, proyek-proyek tersebut dilakukan secara sporadis di sejumlah lokasi untuk mempercepat penanganan masalah genangan.
Pengerjaan Sporadis Antisipasi Genangan
“Jadi sporadis di bulan bulan Juni dengan Juli ini. Nah, kegiatan-kegiatan semacam ini untuk mengantisipasi kalau misalnya yang tadi disampaikan masalah drainase untuk menyelesaikan genangan dengan banjir itu tadi,” ujar Hidayat saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya pada Jumat (3/7/2026).
Di wilayah Surabaya Timur, DSDABM fokus pada pembangunan saluran u-ditch dan rumah pompa di kawasan Nginden, dekat Stikosa AWS atau sekitar Semolo Waru. Selain itu, penambahan kapasitas pompa juga dilakukan di Wonorejo 2 atau Medokan, yang sebelumnya sudah memiliki bangunan air namun memerlukan penguatan.
“Jadi, sebelumnya sudah ada pompa tapi kita tambah,” tambah Hidayat.
Pekerjaan serupa juga dilakukan di kawasan sekitar SMA 14 Surabaya, Tenggilis. Di lokasi ini, DSDABM membangun rumah pompa serta saluran dengan boks dan u-ditch untuk memperkuat aliran air dari kawasan yang sebelumnya kerap tergenang.
“Dekatnya SMA 14 itu juga nanti ada pembangunan rumah pompa dengan u-ditch ya. Jadi kawasan-kawasan di sana yang yang sekarang ini, yang kemarin-kemarin juga ada genangan, memang sebelumnya sudah kita rencanakan tapi pelaksananya di pertengahan tahun ini,” jelasnya.
Proyek di Surabaya Utara dan Barat
Sementara itu, di wilayah Surabaya Utara dan Barat, DSDABM juga melakukan pemasangan box culvert di Tanjungsari. Penggalian dan pembuatan bozem baru, serta pembangunan rumah pompa, dikerjakan di Tambak Mayor, termasuk kawasan bawah jembatan layang.
Pengerjaan infrastruktur drainase juga menyasar Benowo dan Margorejo. Untuk Margorejo, pekerjaan yang dilakukan berupa pemasangan box culvert mengingat pompa di kawasan tersebut sudah tersedia.
Beberapa titik lain yang masuk dalam daftar pekerjaan tahun ini meliputi Jalan Prof. Dr. Moestopo, Panjang Jiwo, Tenggilis, dan Jemursari. Di kawasan-kawasan ini, DSDABM membangun box culvert sebagai bagian dari penguatan sistem drainase kota.
Hidayat menegaskan bahwa DSDABM menargetkan seluruh pekerjaan ini selesai pada Oktober atau paling lambat November 2026. “Selesainya pun kami inginnya itu direncanakan sekitar bulan Oktober. November paling lama,” katanya.
Ia menambahkan, masa pengerjaan proyek drainase tahun ini berkisar antara tiga hingga empat bulan. “Masa pengerjaannya 3-4 bulan ini. (Kemaren kepotong musim hujan) jadi butuh sedikit tambahan waktu,” pungkas Hidayat, menjelaskan tantangan yang dihadapi selama pengerjaan.
