Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mulai menyusun daftar evaluasi dan strategi baru untuk tim berjuluk Macan Kemayoran, meskipun masa depannya bersama klub ibu kota itu belum diputuskan manajemen. Souza, yang gagal membawa Persija meraih gelar juara Super League 2025/2026, menegaskan ambisinya agar timnya selalu menjadi penantang serius dalam perebutan trofi.

Masa depan pelatih asal Brasil tersebut memang masih menjadi tanda tanya setelah Persija hanya mampu finis di posisi ketiga Super League 2025/2026. Tim kebanggaan The Jakmania itu mengumpulkan 71 poin, tertinggal dari Persib Bandung yang menjadi juara dan Borneo FC Samarinda di posisi kedua.

Meski demikian, pencapaian Persija di bawah asuhan Mauricio Souza tetap dianggap positif. Ia berhasil membawa Macan Kemayoran mencatatkan raihan poin tertinggi sejak era Liga 1 dimulai pada tahun 2017. Namun, pelatih berusia 52 tahun itu tidak ingin pencapaian tersebut membuat tim berpuas diri.

Mauricio Souza: Persija Klub Besar, Targetnya Selalu Menang

Mauricio Souza menekankan bahwa Persija bukan sekadar tim yang numpang lewat di kompetisi. Ia memiliki ekspektasi tinggi terhadap performa timnya di setiap pertandingan.

“Apa yang bisa kami janjikan ialah kami akan selalu memberikan yang terbaik. Persija klub besar dan setiap kali masuk ke lapangan, targetnya selalu menang,” ujar Mauricio, menegaskan komitmennya.

Pelatih tersebut juga mulai membongkar titik-titik lemah yang menjadi penyebab Persija gagal bersaing hingga akhir musim. Salah satu sorotan utamanya adalah performa kandang yang dinilai belum cukup garang untuk ukuran tim penantang juara. Souza berharap dapat memperbaiki aspek ini agar Persija tampil lebih dominan di markas sendiri.

Saat ini, Mauricio Souza masih menanti kepastian dari manajemen Persija terkait perpanjangan kontraknya. Namun, ia telah memiliki pandangan jelas mengenai persiapan tim ke depan, menunjukkan keseriusannya dalam membangun skuad yang lebih kompetitif.