Drama terbaru JTBC, The Practical Guide to Love, yang dibintangi aktris senior Han Jimin, kembali menjadi perbincangan hangat publik. Sejak penayangannya, drama ini menuai kritik tajam karena dianggap menampilkan pandangan kuno dan stereotip terhadap kehidupan wanita lajang di usia 30-an pada era modern.
Cerita drama ini berpusat pada seorang wanita berusia 30-an yang merasa tertekan untuk mengubah status lajangnya. Alih-alih menyajikan dinamika percintaan yang relevan dengan zaman sekarang, banyak penonton menilai drama ini justru terjebak dalam narasi yang usang dan tidak mencerminkan realitas wanita dewasa masa kini.
Selain alur cerita, pemilihan Han Jimin, yang kini berusia 40-an, untuk memerankan karakter wanita berusia 30-an juga menjadi sorotan. Para pengamat industri hiburan menilai ketidaksesuaian usia ini mengurangi kredibilitas karakter dan membuat cerita terasa kurang autentik di mata penonton.
Secara keseluruhan, nuansa drama ini dianggap membosankan oleh sebagian besar penonton. Alur cerita dan pengembangan karakter dinilai kurang inovatif, sehingga sulit untuk membangun ketertarikan yang kuat terhadap kisah yang disajikan.
Drama ini seharusnya menghadirkan representasi realistis wanita dewasa yang menjalani hidup modern. Namun, kritik muncul karena karakter yang ditampilkan lebih banyak menekankan tekanan sosial untuk menikah atau memiliki pasangan, yang dinilai tidak mencerminkan pengalaman nyata banyak wanita usia 30-an saat ini. Aspek cerita yang menekankan bahwa wanita lajang harus tertekan atau “mengubah status” dianggap terlalu stereotipikal, terutama di tahun 2026 ini di mana audiens semakin kritis terhadap konten yang memaksakan norma lama.
Meskipun naskah dan arah cerita mendapat kritik, Han Jimin tetap menunjukkan kemampuan akting yang mumpuni. Namun, banyak yang menilai bahwa potensi aktingnya tidak dimaksimalkan oleh naskah, sehingga chemistry antara karakter dan cerita tidak dapat tersampaikan secara optimal.
Kritik terhadap drama ini menyoroti tantangan besar bagi industri hiburan Korea dalam menghadirkan cerita yang sensitif terhadap isu sosial. Topik wanita dewasa dan status lajang memerlukan pendekatan yang lebih realistis dan relevan agar cerita dapat diterima oleh audiens modern.
Meski demikian, drama The Practical Guide to Love tetap menjadi sorotan publik. Hal ini mengindikasikan bahwa isu terkait kehidupan wanita dewasa di usia 30-an masih menarik perhatian dan memiliki potensi untuk menjadi bahan diskusi sosial yang lebih luas.
Drama ini kini menghadapi tantangan untuk menyesuaikan pendekatannya agar lebih relevan dan sensitif terhadap audiens modern. Industri hiburan diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kritik ini agar produksi masa depan mampu menghadirkan representasi yang lebih autentik dan menarik.
Sumber Gambar: Instagram Han Jimin 