Mataram – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak PT Gerbang NTB Emas (GNE), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat, untuk melakukan ekspansi usaha secara signifikan. Dorongan ini mencakup penjajakan kerja sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Badan Gizi Nasional (BGN) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional.
Anggota Komisi III Bidang Keuangan dan Perbankan DPRD NTB, Akhdiansyah, menyoroti pentingnya kreativitas dalam diversifikasi bisnis PT GNE. “Tantangan ke depan PT GNE harus bisa melakukan identifikasi dan diversifikasi jenis usahanya, dan itu perlu kreatifitas, kira-kira fokus-nya mau bisnis apa?” kata Akhdiansyah di Mataram, Rabu (29/4).
Pernyataan ini muncul menyusul penetapan direksi dan komisaris baru PT GNE dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang disaksikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada Selasa (28/4). Susunan direksi baru meliputi Yuyud Indrayudi sebagai Direktur Utama, Sulman sebagai Direktur Keuangan, dan Suhaimi sebagai Direktur Operasional. Sementara itu, Izzuddin Mahili menjabat Komisaris Utama, didampingi Muhammad Ihwan dan Lalu Aksar Ansori sebagai komisaris.
Akhdiansyah menegaskan bahwa sebagai BUMD dengan sejarah panjang, PT GNE memiliki potensi besar untuk bangkit dan berkontribusi pada peningkatan fiskal daerah. Terlebih, suntikan anggaran sebesar Rp8 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB seharusnya menjadi modal bagi perusahaan plat merah ini untuk stabil dan berkembang pesat.
“PT GNE harus meninggalkan gaya lama yang hanya berfokus pada usaha konstruksi (vaping blok dan batako). Kalau mau tetap batako ya paling tidak batako-nya standar SNI. Tapi, bagaimana pun ke depan PT GNE harus melakukan ekspansi bisnis, misalnya proyek di daerah yang dibiayai APBD dan APBN,” jelas anggota DPRD dari Dapil VI (Kabupaten Dompu, Bima, dan Kota Bima) tersebut.
Menurutnya, PT GNE harus proaktif mengambil peluang di luar sektor konstruksi. Salah satu potensi besar adalah menjajaki kerja sama dengan BGN melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
“MBG dan Kopdes Merah Putih ini potensial kalau PT GNE serius ingin dalam berkontribusi peningkatan fiskal daerah khususnya PAD. Ada banyak peluang yang bisa di kerjasama-kan di situ (MBG dan Kopdes),” tandas Akhdiansyah, yang akrab disapa Guru To’i.
Senada dengan Akhdiansyah, anggota DPRD NTB Muhammad Aminurullah (Aji Maman) juga menyatakan bahwa PT GNE sudah saatnya meninggalkan bisnis lama yang hanya berkutat pada pasir dan semen (vaping blok). “Harus ekspansi dong ‘core’ bisnis-nya jangan hanya semen, pasir aja bersaing dengan usaha masyarakat,” ucap Aji Maman.
Aji Maman menekankan bahwa direksi baru PT GNE harus segera melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari aspek keuangan, transaksi, manajemen, sistem, prosedur operasional, hingga core bisnis. “Kalau hanya vaping blok, semua orang juga bisa tanpa perusahaan. Jadi itu harus dibenahi dulu,” tegasnya.
Terkait peluang kerja sama dalam program MBG dan Koperasi Merah Putih, Aji Maman menilai potensi tersebut sangat besar untuk dijajaki PT GNE. Ia melihat BUMD dapat berperan dalam pendistribusian produk lokal, mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga perikanan. “Bisa saja, itu bagus. Bagaimana hasil masyarakat, petani dan nelayan itu bisa didistribusikan, nanti yang menaunginya adalah BUMD,” pungkasnya.
