Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan rencana ambisius untuk pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar hingga Pelabuhan Kayangan. Jalur strategis ini tidak hanya dirancang untuk memperlancar logistik, namun juga memiliki fungsi ganda sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
“Dalam audiensi dengan Menteri Pertahanan bahwa jalur tersebut dirancang memiliki fungsi tambahan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur jika dibutuhkan,” kata Iqbal di Mataram, Minggu (9/3/2026).
Iqbal menegaskan bahwa gagasan menjadikan jalan bypass dari Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat sampai Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur sebagai landasan darurat pesawat tempur telah mendapatkan restu dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Persetujuan ini didasari oleh posisi strategis Pulau Lombok yang berada di jalur pelayaran internasional.
“Dukungan dari Menteri Pertahanan sudah kita dapatkan,” ujarnya.
Memangkas Waktu Tempuh dan Mendorong Ekonomi
Selain fungsi pertahanan, Iqbal juga menyoroti manfaat utama pembangunan jalan strategis ini dalam memangkas waktu tempuh logistik dan meningkatkan mobilitas masyarakat di Pulau Lombok. Jalan sepanjang sekitar 15 kilometer ini sebagian besar akan melintasi wilayah Lombok Tengah.
“Jalan dari Lembar ke Kayangan sepanjang sekitar 15 kilometer sebagian besar berada di wilayah Lombok Tengah. Nantinya perjalanan dari Lembar ke Kayangan bisa ditempuh sekitar dua jam saja,” jelas Iqbal.
Proyek ini ditargetkan dapat dimulai setelah seluruh proses desain dan penyelesaian masalah lahan rampung. “Studi kelayakan sudah ada. Dalam satu sampai dua bulan ke depan akan masuk tahap detail desain. Setelah itu kita selesaikan persoalan tanah, dan tahun berikutnya mulai pembangunan. Mudah-mudahan bisa selesai tahun 2028 atau paling lambat awal 2029,” terangnya.
Pembangunan jalur ini diharapkan mampu menurunkan biaya transportasi logistik di NTB secara signifikan. “Jika transportasi lebih murah, biaya angkut sapi, bawang, dan berbagai komoditas lainnya juga akan turun. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah selatan,” kata Iqbal.
Anggaran dan Spesifikasi Proyek
Pembangunan jalan bypass ini diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp3,5 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan jalur baru dari Sengkol di Lombok Tengah hingga Pringgabaya di Lombok Timur, serta peningkatan jalan dari Bundaran Gerung di Lombok Barat sampai Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah.
Dari total anggaran Rp3,5 triliun, segmen Sengkol-Pringgabaya menyerap porsi terbesar, yakni sekitar Rp2,8 triliun. Sementara itu, peningkatan Bypass Bandara Internasional Lombok sepanjang 20,4 kilometer membutuhkan Rp700 miliar.
Jalan bypass ini merupakan kelanjutan dari jaringan bypass Bandara Internasional Lombok-Mandalika dan bypass Bundaran Gerung-Bandara Internasional Lombok yang telah dibangun sebelumnya oleh pemerintah pusat. Desain trase bypass sengaja diarahkan mengikuti jalan kabupaten dan kawasan minim permukiman. Strategi ini diambil untuk meminimalkan lonjakan biaya pembebasan lahan.
Jalan tersebut rencananya akan dibangun dengan lebar 25-30 meter, terdiri dari dua jalur dan empat lajur, serta dilengkapi jalur lambat di beberapa titik persimpangan, serupa dengan bypass Mandalika.
