Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri mengintensifkan pemangkasan pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang. Langkah ini diambil sebagai antisipasi menghadapi musim pancaroba yang diperkirakan berlangsung hingga April 2026, menyusul serangkaian kejadian pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan darurat. Salah satu fokus utama DLHKP di lapangan adalah melakukan pemotongan dan penanganan pohon di titik-titik rawan.

“Penanganan darurat apa yang dilakukan oleh teman-teman DLHKP? yaitu dengan melakukan pemotongan pohon yang di lokasi-lokasi terjadinya pohon tumbang,” kata Indun saat ditemui di lokasi pemotongan pohon tumbang di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, pada Senin (30/3/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, DLHKP mencatat telah menangani hingga 17 titik pohon tumbang, terutama setelah hujan disertai angin kencang melanda pada Sabtu (28/3). Saat ini, tim DLHKP masih terus melakukan penyisiran lanjutan untuk membersihkan sisa-sisa pohon yang sebelumnya hanya dipinggirkan karena keterbatasan waktu.

Upaya Preventif dan Prioritas Penanganan

Indun menambahkan, upaya DLHKP tidak hanya bersifat reaktif. Secara rutin, petugas juga aktif melakukan pemangkasan pohon berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang dinilai berisiko tinggi. Selain itu, DLHKP juga menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan darurat 112, serta permohonan langsung dari warga maupun pelaku usaha.

“Jadi, kita itu tidak hanya pada kondisi darurat. Setiap hari teman-teman sudah melakukan pemotongan secara rutin dari Senin sampai dengan Sabtu, pukul 08.00 pagi sampai pukul 01.00 siang untuk operasionalnya,” tegas Indun.

Tingginya intensitas laporan masyarakat dalam satu bulan terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi DLHKP. Permintaan pemotongan pohon meningkat signifikan, baik melalui layanan darurat maupun pengajuan langsung. Meski demikian, DLHKP tetap menerapkan skala prioritas dalam penanganan.

“Kita akan melihat skala prioritas dalam penanganan. Bila keberadaan pohon tersebut dalam kondisi rawan, maka aduan tersebut akan menjadi prioritas,” terangnya.

Wilayah Rawan dan Jenis Pohon

Berdasarkan data historis, wilayah Kota Kediri yang paling rawan terdampak angin kencang dan potensi puting beliung berada di barat sungai dan tengah kota, khususnya Kecamatan Kota. Kondisi ini dipengaruhi oleh jenis akar pohon yang dominan berupa akar serabut, yang membuatnya lebih rentan tumbang saat diterpa angin kuat.

“Kalau histori itu kebanyakan memang di barat sungai, ya, Kota Tengah. Jadi, Kecamatan Kota sama barat sungai. Karena apa? Pohon kita itu akarnya bukan akar tunggal, akar serabut,” jelas Indun.

DLHKP Kota Kediri mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada selama musim pancaroba dan tidak ragu segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya pohon di lingkungan sekitar kepada pihak berwenang.