Dokter Richard Lee dikabarkan siap menempuh jalur hukum terkait serangkaian fitnah dan upaya pembunuhan karakter yang belakangan ini menimpanya. Rencana pelaporan ini dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu, yang menyatakan pihaknya sedang mempersiapkan berkas secara matang.
“Laporan fitnah yang ke orang-orang ini, kami sedang menunggu waktunya saja. Nanti kami akan melihat waktu yang pas untuk melaporkan mereka,” kata Abdul saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (6/5/2026).
Doktif Jadi Target Utama Laporan
Abdul Haji Talaohu menyebut nama Samira Farahnaz, yang dikenal sebagai Doktif, menjadi salah satu pihak yang hampir pasti akan dilaporkan. Sementara itu, pihak-pihak lain masih dalam tahap pendalaman untuk melihat sejauh mana keterlibatan mereka.
“Yang sudah jelas sih Samira (Doktif), sudah jelas itu. Tapi untuk pihak-pihak lain kami masih melihat dulu perbuatan mereka seperti apa,” terangnya.
Isu Mualaf Richard Lee Ditegaskan Murni Kesadaran Pribadi
Selain isu fitnah, Abdul juga menyoroti polemik seputar keputusan Richard Lee untuk memeluk agama Islam. Ia menegaskan bahwa pilihan tersebut murni lahir dari kesadaran pribadi kliennya, bukan karena tekanan atau motif tertentu.
“Perjalanan memeluk Islam itu lahir atas kesadarannya. Dia sudah berjumpa dengan beberapa ustadz dan kiai. Pilihan itu bukan mendadak, sangat bahaya kalau dibilang karena dukungan publik atau ingin menuai simpati. Itu sangat fatal,” tegas Abdul.
Abdul menambahkan bahwa kondisi Richard Lee di dalam tahanan saat ini dalam keadaan baik. Kliennya juga berpesan agar publik menghormati pilihan keyakinan seseorang, karena hal itu merupakan ranah pribadi antara hamba dengan Tuhannya.
“Sama halnya apabila orang memilih menjadi seorang Kristiani atau Katolik lalu dipersoalkan, itu bukan ranah kita. Itu wilayah hamba dengan Tuhannya. Jangan dipersoalkan apalagi ditarik-tarik ke ranah publik,” tambahnya.
Pihak kuasa hukum menduga kuat adanya motif terstruktur di balik berbagai serangan yang diterima Richard Lee, yang bertujuan untuk menjatuhkan nama baiknya. Polemik ini sendiri mencuat setelah Doktif menyinggung status mualaf Richard Lee, yang kemudian diperkuat dengan pernyataan Hanny Kristianto terkait pencabutan sertifikat mualaf—meskipun ditegaskan bahwa hal itu hanya dokumen administratif dan tidak mencabut status keagamaan.
