Seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) bernama Arvino Faezya Adiwongso, asal Bergas, Kabupaten Semarang, meninggal dunia setelah tertimpa patung yang dipajang di area halaman Museum Ranggawarsita, Kota Semarang. Insiden tragis ini terjadi pada Senin, 11 Mei, dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 12 Mei, setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kepala Unit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, menjelaskan kronologi kejadian. “Kejadian itu sekitar pukul 08.00 WIB, korban datang ke Musium Ranggawarsita Kota Semarang bersama neneknya yang mengikuti rombongan PAUD Jumara dalam rangka outing class,” ujar AKP Suprapto pada Kamis (14/5).

Menurut Suprapto, saat itu korban ditemani neneknya untuk berfoto di dekat patung orang tua berjenggot yang berada di halaman belakang museum. Diduga, Arvino bergelantungan di patung tersebut ketika neneknya sedang memperhatikan cucunya yang lain.

“Saat bergelantungan tersebut, diduga patung tidak kuat hingga rubuh dan menimpa korban,” lanjut Suprapto. Arvino segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Korban saat itu masih dapat berkomunikasi dan mengatakan dadahta terasa sesak, sehingga okeh petugas langsung divawabke rumah sakit,” tambahnya.

Korban mengalami luka dalam berupa pendarahan di bagian hati, yang mengharuskannya menjalani operasi pada malam hari setelah kejadian. Namun, kondisi Arvino terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pagi hari berikutnya.

Kepala Museum Ranggawarsita, Agung Raharjo, menyatakan bahwa patung tersebut sudah cukup lama dipajang di lokasi dan kondisinya tidak ada masalah sebelumnya. Bahkan, ketika roboh, tidak terlihat ada kerusakan pada patung tersebut, meskipun kini telah disingkirkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Mungkin akibat digelantubgi hingga tidak kuat dan robih, saat itu petugas musium mendatangi lokasi kejadian korban juga dalam kondisi sadar tetapi mengeluh dadanya sesak,” kata Agung Raharjo. Ia menambahkan, rombongan Arvino datang bukan semata-mata khusus ke Museum Ranggawarsita, melainkan bertujuan keliling Kota Semarang menggunakan bus pariwisata tingkat yang memang stanbay di halaman museum.