Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Tuban, Jawa Timur, dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian ini didapatkan setelah tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi pada Sabtu (11/4) lalu, menyusul laporan antrean panjang warga yang berburu gas melon.

Sidak di SPBE dan Pangkalan

Peninjauan lapangan tersebut menyasar titik krusial seperti Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Purbaya Bagelen Mandiri di Kecamatan Widang, serta Pangkalan Dwi Nuriana Mujiroh dan Pangkalan Sukadir di wilayah Kebonsari. Sidak ini merupakan respons cepat terhadap keresahan masyarakat yang sempat mengalami kesulitan mendapatkan LPG subsidi pada awal pekan lalu.

Direktur Jenderal Migas ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa sumbatan distribusi yang sempat memicu antrean warga kini sudah teratasi. Ia mengakui adanya dinamika di lapangan pada Senin dan Selasa sebelumnya, namun kondisi terkini menunjukkan tren positif.

“Di SPBE semuanya lancar. Kami juga mewawancarai pembeli di pangkalan memang sempat ada antrean awal pekan lalu, tapi sekarang sudah aman. Semua kebutuhan terlayani dengan baik,” kata Laode melalui siaran tertulisnya, Selasa (14/4).

Laode menambahkan, keresahan warga soal ketersediaan pasokan juga dijawab dengan bersandarnya kapal pengangkut LPG. Hal ini menjamin ketersediaan bahan bakar bersubsidi tersebut tetap stabil dalam beberapa waktu ke depan.

“Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Stok tersedia dan cukup,” tegasnya.

Senada dengan Laode, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menjelaskan bahwa pengecekan lapangan ini merupakan validasi atas komitmen perusahaan untuk menjaga energi tetap terjangkau dan tersedia. Ia memastikan seluruh wilayah Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara) berada dalam pengawasan ketat.

“Hari ini kami pastikan kondisi normal dan tidak ada lagi antrean panjang seperti yang diberitakan. Kami menjaga stok di pangkalan agar selalu tersedia bagi yang membutuhkan,” ujar Eko.

Imbauan dan Saluran Pengaduan

Meski pasokan melimpah, Pertamina mengingatkan warga agar tetap bijak dalam mengonsumsi LPG subsidi. Penggunaan yang wajar sesuai kebutuhan rumah tangga sangat membantu pemerataan distribusi agar tepat sasaran.

Eko menambahkan, sistem distribusi kini sudah terintegrasi untuk mendeteksi potensi hambatan secara dini. Jika masyarakat menemui kendala di lapangan atau mendapati pangkalan yang nakal, Pertamina membuka pintu aduan melalui Contact Center 135.