Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan menjadwalkan skrining kesehatan massal bagi ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di wilayah tersebut. Kegiatan yang bertujuan mendeteksi dini penyakit tidak menular dan gangguan paru ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Januari 2026, di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik. Skrining juga mencakup aspek kesehatan jiwa serta edukasi kesehatan yang komprehensif.

“Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan personel Satpol PP melalui kampanye kesehatan dan melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mengidentifikasi faktor risiko penyakit,” ujar Evi Mustikawati Arifin di Makassar, Minggu (1/2/2026).

Skrining kesehatan ini menargetkan 587 pegawai Satpol PP dan akan dilaksanakan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Salah satu layanan utama yang disediakan adalah pemeriksaan kesehatan paru menggunakan teknologi portable X-ray.

Alat canggih ini digunakan untuk mendeteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) maupun kelainan paru lainnya, khususnya pada populasi yang dianggap berisiko tinggi. Dinkes Sulsel menargetkan penemuan kasus TBC secara dini agar pasien dapat segera mendapatkan Terapi Pencegahan TBC (TPT).

Seluruh hasil pemeriksaan nantinya akan diintegrasikan langsung ke sistem pelaporan digital, yakni SITB dan ASIK CKG, untuk memastikan data yang akurat dan terpadu. Dalam pelaksanaannya, Dinkes Sulsel bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan Kota Makassar, Rumah Sakit CPI Makassar, dan sejumlah puskesmas.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memastikan kondisi fisik para penegak perda di Sulawesi Selatan tetap prima dalam menjalankan tugas di lapangan,” tambah Evi Mustikawati Arifin.