Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) secara aktif memulai gerakan pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah. Inisiatif bertajuk “Zeroplast” ini merupakan wujud nyata komitmen Dindik Jatim dalam pelestarian bumi, dengan motor penggerak Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai.

Gerakan ini digencarkan Aries Agung Paewai dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah sekolah pada Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Aris ini mengajak para siswa untuk membiasakan diri membawa botol minum atau tumbler sebagai wadah minum sehari-hari.

“Sebagai bentuk dukungan nyata, saya juga membagikan tumbler kepada sejumlah siswa yang belum memilikinya. Langkah tersebut disambut antusias oleh para siswa yang terlihat senang menerima tumbler sekaligus memahami pesan penting di balik gerakan tersebut,” ucap Aris, mantan Plt Wali Kota Batu ini.

Aris berharap kebiasaan ramah lingkungan ini dapat menjadi budaya baru bagi seluruh insan pendidikan, baik siswa maupun guru di sekolah. Ia menegaskan bahwa setiap individu di lingkungan pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang untuk membangun karakter peduli lingkungan. Kebiasaan kecil hari ini akan membawa dampak besar bagi masa depan bumi,” sebut pria kelahiran Makassar ini.

Melalui gerakan sederhana ini, Dindik Jatim menargetkan terciptanya lingkungan sekolah yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pelestarian lingkungan.

Sumber Gambar: https://jatimnow.com/baca-82805-tekan-sampah-plastik-dindik-jatim-motori-gerakan-zeroplast