Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Purwakarta memusnahkan ribuan lembar arsip dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Jumat (21/5). Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan data lama yang telah melewati masa retensi.
Arsip yang dimusnahkan tersebut berasal dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan mesin khusus penghancur kertas.
Pentingnya Pemusnahan dan Keterlacakan Informasi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Purwakarta, Aan, menekankan pentingnya pemusnahan arsip yang telah melewati masa retensinya. Aan menjelaskan bahwa arsip yang berusia lebih dari lima tahun, bahkan hingga sepuluh tahun, perlu dimusnahkan untuk mencegah penumpukan.
“Arsip yang dimusnahkan hari ini mencapai ribuan lembar yang berasal dari tiga OPD yaitu, DKUPP, Satpol PP dan BPBD,” kata Aan, Jumat (21/5).
Aan menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan berarti hilangnya informasi. Prosesnya melalui tahapan identifikasi, penilaian, dan persetujuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebelum akhirnya dilakukan.
“Kita pastikan bahwa meskipun dimusnahkan, informasi dalam arsip tetap tercatat dan dapat dilacak jika diperlukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Aan menambahkan bahwa pemusnahan arsip ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Kearsipan Nasional dan Hari Ulang Tahun Perpustakaan ke-46.
Purwakarta Raih Prestasi Nasional Kearsipan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Purwakarta. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan Purwakarta meraih prestasi nasional di bidang kearsipan.
Kusmana Hartadji menyampaikan rasa bangga karena Kabupaten Purwakarta mampu menembus jajaran terbaik nasional dalam pengelolaan arsip dan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN). Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jawa Barat.
“Ini kebanggaan bagi kami di Jawa Barat. Ternyata ada kabupaten yang mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan masuk nominasi terbaik bersama daerah lain di Indonesia,” kata Kusmana yang turut hadir dalam pemusnahan arsip di Purwakarta.
Kusmana menjelaskan, Purwakarta dan Kabupaten Bogor menjadi dua daerah di Jawa Barat yang mampu menunjukkan performa luar biasa. Hal ini terlihat melalui inovasi serta percepatan input data arsip ke dalam sistem nasional, bahkan mencapai puluhan ribu dokumen.
Keberhasilan tersebut, dikatakan Kusmana, tidak lepas dari kolaborasi lintas perangkat daerah dan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pengelolaan arsip saat ini tidak lagi dipandang sebelah mata karena memiliki nilai penting sebagai sumber informasi autentik dan bukti hukum negara.
“Arsip itu sederhana, tetapi memiliki kekuatan besar. Banyak keputusan bahkan persoalan hukum bisa berubah hanya karena ditemukan satu dokumen arsip,” pungkasnya.
