JAKARTA – PT Kereta Api Logistik (Kalog) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada awal tahun 2026, dengan volume angkut layanan KA Kontainer mencapai 222 ribu ton. Angka ini melonjak 44% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 154 ribu ton, menjadikan moda kereta api sebagai alternatif andalan bagi pelaku usaha.

Peningkatan volume ini, menurut VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, salah satunya didorong oleh arus distribusi barang menjelang momentum strategis keagamaan. Dwi memprediksi tren positif ini masih akan berlanjut hingga Maret 2026.

Keunggulan KA Kontainer: Keberlanjutan dan Efisiensi

Dwi Wulandari, pada Jumat (20/2), mengungkapkan optimisme perusahaan terhadap minat pelaku usaha pada moda KA. “Kami optimistis bahwa moda KA semakin diminati dan dipercaya oleh pelaku usaha dengan sejumlah keunggulannya. Terlebih, isu keberlanjutan sudah semakin menjadi fokus di industri yang turut mendorong pemilihan moda yang lebih berkelanjutan seperti Kereta dengan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan emisi moda darat lainnya,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan, Kalog kini menyediakan informasi jumlah emisi yang dihasilkan dari setiap pengiriman menggunakan moda KA, yang tercantum pada setiap invoice pelanggan.

Layanan KA Kontainer juga dipandang sebagai solusi strategis dalam mempersiapkan transisi implementasi kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) yang akan diterapkan pada tahun 2027. Selain kapasitas angkut yang besar, moda KA menawarkan waktu tempuh yang cepat dan jadwal perjalanan yang teratur, sehingga mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh.

Fleksibilitas dan Jaminan Kualitas Pengiriman

Dwi menambahkan bahwa layanan KA Kontainer merupakan salah satu layanan unggulan Kalog. “Layanan ini memungkinkan pengiriman dengan berbagai media seperti Kontainer berukuran 20 dan 40 feet, high cube container, hingga reefer container (Kontainer Berpendingin) untuk komoditas perishable. Dalam memastikan keandalan pengiriman komoditas perishable, perusahaan juga menyediakan fasilitas plug in untuk supply energi listrik sehingga memungkinkan suhu reefer container tetap terjaga selama proses transit di terminal barang,” paparnya.

Tidak hanya itu, Kalog juga telah mengintegrasikan sertifikasi halal pada layanan KA Kontainer. Beberapa terminal barang seperti Sungai Lagoa Jakarta, Klari Karawang, Ronggowarsito Semarang, dan Kalimas Surabaya telah tersertifikasi halal. Inisiatif ini memberikan nilai tambah bagi pelanggan, khususnya di sektor industri halal seperti makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), dengan memastikan terpenuhinya jaminan kepatuhan syariah.

“Kami akan terus melakukan penyempurnaan layanan guna meningkatkan daya saing moda KA sebagai moda andalan yang ramah lingkungan dan menjadi ekosistem utama dalam green logistics. Ke depan perseroan juga akan meningkatkan kapasitas layanan khususnya pada layanan KA Kontainer yang saat ini melayani berbagai relasi di Pulau Jawa,” pungkas Dwi, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan.