Gema takbir menggema di perairan Jervis Bay, Sydney, Australia, pada Jumat (20/3). Ratusan prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang bertugas di atas KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) bersimpuh menunaikan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Meskipun terpisah ribuan mil dari keluarga di tanah air, para penjaga kedaulatan laut Indonesia ini tetap menjalankan ibadah dengan khidmat di tengah pelaksanaan misi internasional. Kehadiran kapal perang kebanggaan Indonesia di Australia ini merupakan bagian dari Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu-26.

Pengabdian Tanpa Batas di Samudra Luas

Penugasan negara yang bertepatan dengan hari kemenangan Idulfitri tidak sedikit pun melunturkan semangat para awak kapal. Keterbatasan ruang di atas kapal justru mempererat ikatan emosional antar-prajurit yang merayakan Lebaran di tengah luasnya samudra.

Komandan KRI REM-331, Kolonel Laut (P) Andi Kristianto, menyoroti momen ini sebagai bentuk nyata pengabdian tanpa batas. Menurutnya, merayakan Lebaran di daerah penugasan memberikan perspektif berbeda mengenai arti syukur.

“Momen Idulfitri kali ini mempererat solidaritas kami. Walau jauh dari sanak saudara, kebersamaan di atas kapal menjadi kekuatan bagi seluruh awak dalam menuntaskan tugas,” ujar Kolonel Andi Kristianto usai memimpin jalannya perayaan di atas kapal.

Setelah rangkaian ibadah salat Id selesai, suasana cair menyelimuti seluruh bagian kapal dalam sesi halal bihalal. Para prajurit saling berjabat tangan dan bertukar maaf, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental. Hidangan khas Lebaran yang disiapkan tim juru masak kapal sedikit mengobati kerinduan mereka akan suasana kampung halaman.

Apresiasi dari Tanah Air

Dukungan moral juga datang dari tanah air. Panglima Komando Armada II, Laksda TNI I G P Alit Jaya, mengapresiasi keteguhan hati para kru KRI REM-331. Melalui pesan singkatnya, Laksda Alit Jaya mengirimkan salam hangat sekaligus rasa bangga atas dedikasi prajurit yang tetap profesional menjalankan misi diplomasi militer di ajang Kakadu-26, meskipun harus melewatkan momen berkumpul bersama keluarga.

Bagi awak KRI REM-331, merayakan Idulfitri di tengah perairan internasional bukan sekadar kewajiban agama. Ini adalah bukti bahwa tugas negara dan ketaatan kepada Sang Pencipta bisa berjalan beriringan, menjaga kedaulatan sekaligus merawat nilai-nilai spiritual di mana pun jangkar dijatuhkan.