Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat yang terus meningkat membuka peluang besar bagi industri mode. Fenomena ini ditangkap dengan cerdik oleh Salsyabila Putri Pratama, alumnus Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR), yang berhasil mendirikan jenama pakaian olahraga, JIVVA Sportswear.
Di tengah dominasi merek global, JIVVA hadir dengan proposisi nilai yang unik: memadukan fungsionalitas pakaian olahraga dengan estetika yang tetap menjaga kesopanan. Salsyabila menyadari bahwa banyak konsumen menginginkan pakaian olahraga yang nyaman namun tidak terlalu terbuka, dan inilah yang menjadi fondasi JIVVA dalam merancang setiap koleksinya.
JIVVA: Perpaduan Fungsionalitas dan Estetika
Salsyabila menjelaskan bahwa JIVVA lahir dari pengamatannya terhadap tren olahraga yang kian masif. “JIVVA lahir dari pengamatan saya terhadap tren olahraga yang kian masif. Kami mengemas kebutuhan teknis pakaian olahraga ke dalam desain yang fungsional sekaligus estetik,” ujar Salsya, Rabu (25/2/2026).
Koleksi unggulan seperti Bra Twist dan jaket elegan menjadi bukti bahwa performa fisik tetap dapat dibungkus dengan penampilan profesional. Untuk produk legging, JIVVA mengutamakan potongan yang pas di tubuh tanpa memberikan kesan berlebihan atau terlalu seksi. Strategi ini terbukti efektif menarik minat masyarakat yang mendambakan rasa percaya diri lebih saat beraktivitas.
Kolaborasi Lokal dan Pemberdayaan UMKM
Lebih dari sekadar bisnis fesyen, JIVVA Sportswear dibangun dengan semangat kolaborasi lokal. Salsyabila memilih untuk memproduksi seluruh koleksinya dengan melibatkan penjahit profesional mandiri di Banyuwangi. Langkah ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut.
Di sisi manajerial, JIVVA dikelola oleh tim kreatif dari kalangan Gen Z. Sinergi antara ketangkasan produksi lokal dan selera visual anak muda menjadi kunci utama JIVVA tetap relevan di pasar digital. “Bagi saya, JIVVA adalah bukti bahwa kualitas produksi lokal yang digarap serius bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan,” tegas Salsya.
Sebagai lulusan FST, Salsyabila membuktikan bahwa latar belakang sains bukan penghalang untuk terjun ke dunia industri kreatif. Ia berharap JIVVA tidak hanya menjadi pendukung gaya hidup sehat, tetapi juga motor penggerak bagi komunitas kreatif dan pengrajin lokal di sekitarnya. Keberhasilan ini memperpanjang daftar alumni UNAIR yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menghadirkan solusi produk lokal yang kompetitif di kancah nasional.
