Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi membulatkan tekad untuk kembali menyuarakan kepeduliannya terhadap krisis di Palestina. Putri musisi Ikang Fawzi ini mengumumkan rencananya untuk berlayar ke Gaza melalui jalur laut dalam sebuah misi kemanusiaan internasional yang dijadwalkan pada 12 April 2026.
Misi Kemanusiaan Tanpa Kekerasan
Chiki Fawzi bergabung dengan koalisi Global Summit Flotilla (GSF), sebuah gerakan yang di Indonesia dikenal sebagai Indonesia Global Peace Convoy. Misi utama mereka adalah membuka koridor bantuan kemanusiaan di Gaza yang saat ini terblokade.
“Tujuannya adalah membuka koridor kemanusiaan di Gaza via jalur laut. Dan ini memang non-violence sailing, pelayaran tanpa kekerasan sama sekali. With peace we sail,” tegas Chiki saat ditemui di kawasan Kemang, Rabu, 4 Maret 2026.
Menghadapi Tekanan Geopolitik dan Risiko
Perjalanan menembus wilayah konflik diakui Chiki sebagai misi yang penuh risiko dan tantangan berat. Ia mengenang pengalaman pahit sebelumnya ketika puluhan relawan asal Indonesia sempat tertahan lama di Tunisia.
Hambatan terbesar, menurut Chiki, adalah dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu. “Kondisi geopolitik itu selalu fluktuatif. Saya ingat saat itu pelabuhan Sidi Bou Said di Tunisia dibom oleh drone yang ternyata berasal dari pangkalan udara militer di Malta,” tuturnya.
Ia mengibaratkan jarak antara pangkalan militer penyerang dan pelabuhan tersebut sangat dekat, seperti jarak Jakarta ke Bandung. Hal ini menunjukkan tekanan internasional yang selalu terasa setiap kali mereka mencoba melakukan pelayaran bersama.
“Setiap kita mau melakukan pelayaran secara guyub bersama-sama, tekanan internasionalnya memang luar biasa. Apalagi kita berusaha mendobrak entitas seperti Israel, jadi tantangannya banyak sekali,” tambah Chiki, menggambarkan rintangan yang harus dihadapi.
Tanggung Jawab Moral dan Spiritual
Meski dihantui bahaya, Chiki tetap memantapkan hati karena merasa memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang mendalam. “Hati saya di sana. Dari segi muslim, ini ada ujian akidah, karena kita ada kewajiban untuk memperjuangkan Baitul Maqdis. Dari segi kemanusiaan, apa yang terjadi di sana sudah bukan hal yang manusiawi sama sekali,” tegasnya secara emosional.
Misi pelayaran selanjutnya saat ini sedang dipersiapkan secara matang. Koordinasi intensif di tingkat internasional tengah dilakukan untuk merancang strategi yang lebih efektif. Gerakan ini dipimpin oleh Uni Maimun, seorang akademisi Universitas Padjadjaran yang aktif menggalang dukungan di berbagai negara.
Chiki berharap seluruh persiapan di Tunisia hingga Afrika berjalan lancar demi kesuksesan misi kemanusiaan tersebut.
sumber gambar: Instagram Chiki Fawzi
