Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Najmul Akhyar, menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Najmul Akhyar menekankan, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia menyebut, “Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperbaiki diri dalam meningkatkan disiplin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.” Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq) di Islamic Center Masjid Baiturrahim, Lombok Utara, pada Jumat.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadhan harus tercermin dalam sikap dan etos kerja ASN, khususnya terkait disiplin waktu, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia secara khusus mengajak, “Saya mengajak seluruh ASN Lombok Utara untuk menjadikan bulan suci ini sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki niat, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”
Najmul Akhyar menambahkan, kegiatan Imtaq bersama akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat selama bulan Ramadhan. Hal ini sebagai upaya membangun kebersamaan dan memperkuat fondasi spiritual para aparatur.
“Insya Allah setiap hari Jumat kami laksanakan Imtaq bersama. Dengan memperkuat iman dan takwa, saya yakin kinerja dan integritas kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat akan semakin meningkat,” tegasnya.
Pada kesempatan Imtaq tersebut, tausiyah disampaikan oleh Dr H Muhammad Zaki Abdillah dengan tema “Ibadah pada Bulan Ramadhan”.
Dalam ceramahnya, Dr Zaki menjelaskan keutamaan Ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Ia menyampaikan bahwa setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT di bulan ini.
“Ramadhan adalah bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Di bulan ini doa-doa di ijabah, pintu ampunan dibuka, dan rahmat Allah SWT dilimpahkan seluas-luasnya. Maka jadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak kita,” ungkap Dr Zaki.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai ruang refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap nilai-nilai spiritual Ramadhan dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam peningkatan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Lombok Utara.
