Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon bersama Polresta Cirebon dan Dishub Jawa Barat menggelar pemeriksaan kendaraan atau ram check secara intensif. Kegiatan ini bertujuan memastikan kelayakan bus angkutan umum menjelang arus mudik, demi menjamin keamanan dan keselamatan para pemudik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ram check dilaksanakan di tiga lokasi berbeda pada Selasa, 10 Maret 2026. Titik-titik pemeriksaan meliputi PO Cahaya Bakti Utama (CBU) Terminal Sumber, PO Bhineka Sangkuriang di kawasan Ciperna, serta PO Sahabat di Kecamatan Weru.

Fokus Pemeriksaan dan Temuan

Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kabupaten Cirebon, Dani Irawadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini memfokuskan pada pengecekan kondisi kendaraan dan kesiapan awak bus, termasuk sopir dan kondektur. “Alhamdulillah tadi untuk mengecek kesiapan baik itu awak kendaraannya, yaitu sopir maupun kondektur, dan kendaraannya,” tutur Dani.

Petugas memastikan sejumlah komponen vital kendaraan berfungsi optimal, khususnya yang berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang. “Yang penting yang kami cek tadi pertama lampu-lampu, rem, kemudian juga pintu darurat,” jelas Dani.

Selain itu, ketersediaan palu pemecah kaca (hammer) juga menjadi perhatian untuk kondisi darurat. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan beberapa kekurangan pada fasilitas keselamatan di dalam bus, terutama terkait jumlah palu pemecah kaca yang tidak sesuai standar.

“Temuannya, palu yang kurang jumlah yang dipersyaratkan. Jadi bagi awak kendaraan yang tadi ada temuan, kami sarankan agar segera melengkapi dan memperbaiki supaya perjalanan masyarakat yang akan melaksanakan arus mudik dan arus balik lancar dan selamat sampai tujuan,” kata Dani.

Administrasi dan Kesehatan Pengemudi

Selain kelayakan teknis kendaraan, Dishub juga mengingatkan para pengusaha transportasi dan awak kendaraan untuk memastikan kelengkapan administrasi serta kondisi kesehatan pengemudi. “Dari kami kepada pengusaha maupun awak kendaraan yang akan melayani masyarakat dalam kegiatan arus mudik dan arus balik ini diharapkan melengkapi administrasinya seperti STNK, kemudian SIM, dan cek kesehatan juga. Karena cek kesehatan salah satu yang penting demi kelancaran arus balik ini,” ujarnya.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai dan kendaraan dinyatakan layak, stiker khusus sebagai tanda bus telah diperiksa akan ditempelkan. Dalam kesempatan yang sama, petugas juga melakukan tes urine terhadap 15 sopir bus untuk memastikan mereka bebas dari penyalahgunaan narkoba. “Dari 15 sopir tersebut, hasilnya negatif dari penggunaan narkoba,” tutur Dani, menegaskan hasil tes yang positif.