Harga sejumlah komoditas pangan pokok di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpantau mengalami kenaikan signifikan pada Rabu, 4 Maret 2026. Kenaikan ini terutama terjadi pada cabai rawit dan bawang putih, yang diduga kuat akibat berkurangnya pasokan di pasar tradisional.
Data hasil pantauan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur di lima pasar tradisional menunjukkan kenaikan harga pada beberapa komoditas. Bawang putih honan naik dari rata-rata Rp36.600 per kilogram menjadi Rp37.600 per kilogram. Sementara bawang putih kating melonjak dari Rp43.500 per kilogram menjadi Rp44.750 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit merah, dari rata-rata Rp80.800 per kilogram menjadi Rp82.400 per kilogram. Cabai rawit hijau turut merangkak naik dari Rp49.400 per kilogram menjadi Rp52.200 per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Diskumdagin Kabupaten Cianjur, Ivan Feriadi Rahman, menjelaskan bahwa fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. “Harga berbagai kebutuhan masih berfluktuasi. Beberapa komoditas harganya cenderung naik, seperti bawang putih dan cabai rawit,” ujar Ivan pada Rabu (4/3).
Ivan menambahkan, tingginya permintaan masyarakat dan kondisi cuaca ekstrem menjadi pemicu utama. “Belum lagi akhir-akhir ini kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Bagi beberapa komoditas, kondisi cuaca dengan intensitas tinggi sangat berpengaruh terhadap distribusi,” tuturnya.
Pihak Diskumdagin mengantisipasi potensi lonjakan permintaan yang lebih besar menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Untuk itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan. “Kami terus menjalin koordinasi lintas sektor untuk mengendalikan harga dan pasokan di lapangan. Insya Allah, kami kawal Cianjur aman,” pungkas Ivan.
sumber gambar: mediaindonesia.com 