Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap kedua bagi warga terdampak banjir Bengawan Jero pada Kamis (12/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yuhronur menyoroti peningkatan curah hujan yang signifikan sebagai salah satu pemicu utama banjir yang melanda wilayahnya.

“Tahun ini peningkatan curah hujannya 300 persen dari biasanya, ditambah limpasan dari Waduk Gondang, Pridjetan, Karangnongko, Wonogiri ngumpul di sini semua, di Bengawan Jero tidak bisa keluar karena lautnya lebih tinggi dari Bengawan Jero,” terang Yuhronur Efendi, Kamis (12/3/2026).

Penyaluran Bansos dan Upaya Mitigasi

Pada penyaluran tahap kedua ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mendistribusikan 32 ton beras dan 4.850 paket sembako yang berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bantuan tersebut diserahkan secara serentak di tiga lokasi berbeda.

  • Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan bantuan di Desa Ngunjungrejo, Kecamatan Turi.
  • Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyalurkan di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah.
  • Sekretaris Daerah Lamongan Moh. Nalikan menyerahkan bantuan di Desa Putatbangah, Kecamatan Karangbinangun.

Dengan penyaluran ini, total bansos yang telah didistribusikan Pemkab Lamongan kepada masyarakat terdampak banjir mencapai 54 ton beras dan 9.700 paket sembako. Jumlah tersebut termasuk 22 ton beras dan 4.850 paket sembako yang telah didistribusikan pada awal tahun 2026.

Yuhronur Efendi juga mengapresiasi langkah mitigasi mandiri yang dilakukan warga Desa Ngunjungrejo. Warga berupaya membantu pemerintah dengan membangun tanggul dari tumpukan karung pasir dan mengerahkan 11 unit diesel untuk membuang genangan air.

Selain faktor curah hujan yang ekstrem, Bupati Yuhronur menjelaskan bahwa limpasan air dari sejumlah waduk besar seperti Gondang, Pridjetan, Karangnongko, dan Wonogiri turut memperparah kondisi banjir di Bengawan Jero. Kondisi geografis di mana permukaan laut lebih tinggi dari Bengawan Jero juga menjadi kendala utama dalam proses pembuangan air.

Pemkab Lamongan terus berupaya menanggulangi banjir dengan mengoptimalkan pompa di Siluis Kuro dan Melik. Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah mengajukan permohonan operasi modifikasi cuaca kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Di Kuro ada 17 pompa. Saya kemarin sudah berkonsultasi datang ke BMKG untuk meminta rekayasa cuaca, berharap ada rekayasa hujan sampai hari raya, memecah mendung,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Bupati Lamongan juga menyerahkan bantuan berupa 3 unit diesel berukuran 3 dim dan sejumlah karung pasir (sandbags) kepada masyarakat.