Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan, menjadi sorotan menyusul insiden jatuhnya salah satu pesawat kargo milik maskapai tersebut di Kalimantan Utara. Pesawat jenis Air Tractor (AT) 802 yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) mengalami insiden di kawasan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dendy Kurniawan membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya bersama otoritas terkait sedang melakukan investigasi mendalam. “Kami bersama pihak-pihak terkait yang berwenang sedang terus melakukan investigasi. Itu jenis pesawat Air Tractor (AT) 802 yang khusus untuk angkut BBM. Pesawat tersebut single engine, single pilot, no cabin crew, dan no passengers. Akan kami update terus jika ada perkembangan,” ujar Dendy.

Di tengah pemberitaan insiden tersebut, sosok Dendy Kurniawan sebagai pemimpin Pelita Air menarik untuk disimak. Pria kelahiran 9 Februari 1973 ini dipercaya memimpin Pelita Air sejak 8 April 2022, setelah sebelumnya malang melintang di industri penerbangan dan energi.

Latar Belakang Pendidikan dan Beasiswa Bergengsi

Dendy Kurniawan merupakan lulusan sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang meraih gelarnya pada April 1996. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister di bidang International & Development Economics, Yale University, Amerika Serikat, dan lulus pada Mei 2000.

Selama menempuh pendidikan di AS, Dendy menerima dua beasiswa bergengsi sekaligus. Ia adalah penerima Beasiswa J. William Fulbright untuk Program Studi Pascasarjana di Universitas AS pada tahun 1999–2000. Selain itu, ia juga mendapatkan Beasiswa Citicorp, sebuah penghargaan eksklusif yang hanya diberikan kepada empat penerima Fulbright terpilih dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Jejak Karier Cemerlang di Berbagai Sektor

Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Pelita Air, Dendy memiliki pengalaman panjang di industri penerbangan. Ia tercatat menjabat sebagai Direktur Utama merangkap Komisaris Utama PT Indonesia AirAsia pada periode 2014-2022. Selama delapan tahun di grup AirAsia, ia juga dipercaya sebagai Presiden Komisaris Indonesia AirAsia, Presiden Direktur PT AirAsia Indonesia Tbk, Chief Executive Officer Indonesia AirAsia, serta Chief Executive Officer dan Chief Financial Officer Indonesia AirAsia Extra.

Sebelum berkarier di dunia penerbangan, Dendy juga memiliki rekam jejak di sektor energi dan keuangan. Ia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Geo Dipa Energi (Persero) pada tahun 2009-2014. Pengalamannya di sektor keuangan meliputi posisi sebagai Chairman di Quant Capital Management, Managing Director di Infinite Capital, dan Presiden Direktur di Indokapital Securities.

Kariernya di pemerintahan dimulai sebagai Kepala Staf Kantor Menteri Keuangan Republik Indonesia pada tahun 2000-2001. Ia juga sempat menjadi anggota Dewan Komisaris PT Indomobil Sukses Internasional Tbk.

Strategi Dendy Kurniawan Mengorbitkan Pelita Air

Di bawah kepemimpinan Dendy Kurniawan, Pelita Air berhasil mengangkat reputasinya di tengah tekanan industri penerbangan nasional. Maskapai ini kini dikenal akan ketepatan jadwal dan layanan kompetitif. Berbekal pengalaman bersama AirAsia dan strategi efisiensi biaya, Dendy menargetkan Pelita Air sebagai maskapai medium service dengan pendekatan value for money.

Fokusnya pada budaya keselamatan, pelayanan kru, dan efisiensi operasional mulai membuahkan hasil signifikan. Kini, Pelita Air mengoperasikan 12 armada dan melayani 16 rute domestik dengan tingkat ketepatan waktu (OTP) mencapai 94%. Rencana ekspansi ke depan mencakup penambahan hingga 18 pesawat serta pembukaan rute internasional ke Singapura dan Jeddah.