Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan keagamaan. Langkah ini bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.

Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menyatakan bahwa pemerintah daerah menempatkan guru sebagai ujung tombak dalam upaya ini. “Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan, dengan menempatkan guru sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing,” ujar Rusli Moidady dalam keterangannya di Palu, Minggu (26/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Rusli Moidady dalam kegiatan sosialisasi Kartu Tanda Anggota (KTA) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia dan program Tuntas Baca Qur’an (TBQ). Acara tersebut juga dirangkaikan dengan silaturahim guru Pendidikan Agama Islam dan guru Pendidikan Agama Kristen se-Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut Rusli, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahim antar-guru agama, yang mencerminkan semangat toleransi, persatuan, dan kerukunan di Banggai Kepulauan. “Ini adalah contoh nyata bagaimana kita membangun harmoni di tengah keberagaman. Banggai Kepulauan harus terus menjadi daerah yang rukun, damai, dan saling menghargai,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, sosialisasi KTA Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia yang berbasis digital ditekankan sebagai langkah vital dalam pemutakhiran data keanggotaan. Inisiatif ini juga bertujuan meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan konektivitas antaranggota dalam satu wadah organisasi.

“Digitalisasi KTA bukan sekadar tertib administrasi, tetapi juga memperkuat identitas profesional guru pendidikan agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan,” jelas Bupati Rusli Moidady.

Selain itu, program Tuntas Baca Qur’an (TBQ) disebut sebagai langkah konkret untuk memastikan generasi muda memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Program ini dianggap sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter, akhlak, serta spiritualitas peserta didik, khususnya dalam menghadapi perkembangan era digital saat ini.

Bupati Rusli Moidady pun mengajak seluruh guru untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas diri, serta menjaga semangat pengabdian dalam mendidik generasi penerus bangsa.