Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah, terus mengoptimalkan penggunaan alat manual dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk menjangkau titik api di medan yang sulit diakses kendaraan pemadam kebakaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, menjelaskan bahwa strategi ini dinilai efektif meskipun membutuhkan tenaga ekstra. “Peralatan digunakan berupa tanki semprot dan mesin alkon dijadikan sebagai alat memompa air, terutama penanganan titik api di atas gunung,” kata Rivai di Parigi, Sabtu (7/2/2026).
Rivai menambahkan, kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dioperasikan di wilayah-wilayah yang dapat dijangkau. Sementara itu, mesin alkon dan tanki semprot menjadi andalan untuk memadamkan api di lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan damkar.
Hingga Sabtu (7/2/2026) sore, nyala api dilaporkan tidak lagi terlihat di sebagian besar area terdampak. Tim gabungan tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan pembersihan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. “Selain memadamkan, tim juga sekaligus melakukan pembersihan untuk memastikan tidak ada lagi bara api,” tegas Rivai.
Luas Lahan Terdampak dan Lokasi
Berdasarkan data sementara hasil asesmen BPBD Parigi Moutong, hingga hari ketujuh penanganan karhutla, total luas lahan yang terdampak mencapai 147 hektare. Angka ini meningkat dari sebelumnya sekitar 90 hektare.
- Dusun IV Desa Toboli dan Dusun I Desa Avolua: 29 hektare.
- Dusun II dan III Desa Avolua: 99 hektare.
- Perbatasan Desa Avodan, Kecamatan Parigi Utara, dan Uevolo, Kecamatan Siniu: 19,66 hektare.
- Desa Towera, Kecamatan Siniu: 2,2 hektare.
“Api sebagian besar sudah bisa dikendalikan, kami mengapresiasi kerja sama tim di lapangan. Masih ada sejumlah titik api di atas gunung dan tim terus berupaya mengatasi,” tutur Rivai, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
Personel dan Peralatan Penunjang
Penanganan karhutla di Parigi Moutong melibatkan tim terpadu yang terdiri dari 334 personel dari berbagai instansi. Rincian personel tersebut adalah:
- Pemadam Kebakaran: 70 orang
- Manggala Agni Kementerian Kehutanan: 10 orang
- TRC BPBD Sulawesi Tengah: 10 orang
- TRC BPBD Parigi Moutong: 17 orang
- TNI: 130 orang
- Polri: 40 orang
- Dinas Sosial (Dinsos)/Tagana: 12 orang
- Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah: 2 orang
- Dinas Pekerjaan Umum (PU): 2 orang
- Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP): 2 orang
- Dinas Kesehatan: 8 orang
- Palang Merah Indonesia (PMI): 6 orang
- Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB): 10 orang
- Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC): 15 orang
Selain personel, tim juga didukung oleh 12 kendaraan operasional penanggulangan karhutla, yang terdiri dari tiga unit mobil damkar dan sisanya mobil tangki suplai air. “Selain itu kami juga mendapat bantuan 70 unit tanki semprot untuk pemadaman api,” tambah Rivai, menegaskan dukungan peralatan yang memadai untuk operasi pemadaman.
