Kepergian sang ayah menyisakan cerita emosional bagi aktris Bunga Zainal. Ia mengaku merasakan firasat aneh dan kegelisahan hebat dua hari sebelum ayahnya berpulang pada Rabu, 5 Mei 2026.
Bunga Zainal menceritakan, ia sempat didera kegelisahan luar biasa hingga mengalami gejala fisik tak biasa di sekujur tubuhnya. Dorongan batin yang kuat bahkan memaksanya membatalkan jadwal pekerjaan penting demi bisa segera menjenguk sang ayah.
“Aku harusnya tanggal 5 itu ada live bareng brand, tapi aku cancel otomatis kayak ‘bisa nggak sih kayak aku izin dulu gitu’,” ungkap Bunga saat mengenang momen tersebut, seperti dikutip dari Indopop. Kondisinya semakin janggal ketika ia merasa gatal luar biasa dari ujung kepala hingga kaki tepat di hari sang ayah berpulang.
Setibanya di kediaman, Bunga masih sempat mendampingi sang ayah selama kurang lebih dua jam sebelum ajal menjemput. Pihak keluarga memberikan waktu khusus bagi Bunga untuk melakukan percakapan terakhir yang sangat pribadi di samping tempat tidur almarhum.
“Karena Papa sudah nggak bisa ngomong ya, cuma kode aja, kayak misalnya aku bilang minta maaf, terus dia ngangguk,” kenangnya dengan nada haru.
Bunga merasa sang ayah memang sengaja menahan napas terakhirnya hanya untuk menunggu kepulangan putri bungsunya tersebut. Firasat itu seolah terkonfirmasi ketika ayahnya memberikan isyarat setuju saat Bunga menanyakan apakah ia sedang ditunggu.
“Jam 11 kakak aku yang nomor tiga kontak aku gitu, kasih tahu kalau Papa pengen ketemu gitu, kayak nungguin aku pulang. Jadi ya udah aku datang pulang, cukup banyak ngobrol, terus Papa pamit,” cerita Bunga.
Bunga merasa sangat lega dan bersyukur karena seluruh anggota keluarga memberikan kesempatan baginya untuk berpamitan secara layak. Atas saran sang bunda, ia terus membisikkan kata-kata rindu agar ayahnya merasa tenang dan dicintai di sisa waktunya.
“Lega sih, maksudnya ya aku bersyukur juga kakak-kakakku, ibuku gitu ya kasih space buat aku untuk bisa ngobrol sama Papa gitu,” tambahnya.
Proses berpulangnya sang ayah digambarkan oleh Bunga sebagai peristiwa yang sangat indah dan tampak sangat terencana oleh takdir. Kepergian tersebut terjadi secara tenang tepat saat seluruh anak sudah berkumpul lengkap di sisi almarhum.
“Indah banget meninggalnya Papa tuh bener-bener langsung begitu disebutin anak terakhir, kita semua kumpul dan dikoordinasi, Papa langsung nggak ada,” pungkas Bunga.
