Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat terkait maraknya modus penipuan daring atau phishing. Kali ini, pelaku kejahatan siber memanfaatkan popularitas video viral berjudul ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’ untuk menjerat korban. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur dan asal mengklik tautan yang beredar.
Modus operandi yang digunakan cukup sederhana namun efektif. Pelaku menyebarkan tautan berbahaya melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan, seperti WhatsApp, Facebook, dan TikTok. Tautan tersebut dikemas sedemikian rupa agar terlihat seperti akses langsung ke video yang sedang trending, memancing rasa penasaran pengguna.
Ancaman di Balik Tautan Palsu
Ketika pengguna mengklik tautan phishing tersebut, mereka tidak akan diarahkan ke video yang dijanjikan. Sebaliknya, tautan itu bisa mengarahkan korban ke situs web palsu yang menyerupai platform media sosial atau perbankan, meminta data pribadi seperti nama pengguna, kata sandi, hingga informasi kartu kredit. Dalam skenario lain, tautan tersebut dapat mengunduh perangkat lunak berbahaya (malware) secara otomatis ke perangkat korban.
Malware yang terinstal dapat digunakan untuk mencuri data sensitif, mengendalikan perangkat dari jarak jauh, atau bahkan mengunci akses ke data pengguna (ransomware). BSSN mencatat, peningkatan kasus phishing dengan berbagai varian terus terjadi, seiring dengan semakin canggihnya teknik yang digunakan para pelaku kejahatan siber.
Langkah Pencegahan dan Kewaspadaan
Untuk menghindari menjadi korban, BSSN menekankan pentingnya kewaspadaan digital. Pertama, selalu verifikasi keaslian tautan sebelum mengkliknya. Perhatikan alamat URL; pastikan itu adalah domain resmi dan bukan domain yang mencurigakan atau memiliki ejaan yang salah. Kedua, hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak dikenal atau tidak resmi.
Ketiga, gunakan otentikasi dua faktor (2FA) untuk semua akun daring Anda guna menambah lapisan keamanan. Keempat, perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala untuk memastikan perangkat Anda terlindungi dari celah keamanan terbaru. Terakhir, jangan pernah membagikan informasi pribadi atau finansial melalui tautan yang tidak jelas asal-usulnya.
Pihak kepolisian, melalui Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, juga terus mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan atau menjadi korban penipuan siber. Edukasi digital yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam memerangi ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks.
