Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Tulungagung dan Kediri. Prediksi menunjukkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan berpotensi terjadi mulai Jumat, 21 Februari 2026, hingga Minggu, 23 Februari 2026.

Kondisi cuaca ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer, termasuk aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bergerak di Samudra Hindia bagian timur serta adanya pola konvergensi angin di sekitar wilayah Jawa Timur. Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif yang membawa hujan lebat dan angin kencang.

Potensi Dampak dan Imbauan Kewaspadaan

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Dhoho, Budi Santoso, mengimbau masyarakat di kedua wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang mungkin timbul. “Kami memohon masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, genangan air, banjir lokal, dan tanah longsor, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan,” ujar Budi Santoso pada Jumat (21/2/2026).

Masyarakat juga disarankan untuk memangkas dahan pohon yang rapuh di sekitar tempat tinggal dan mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin. Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan.

BMKG Dhoho telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko bencana. Warga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan peringatan dini yang dikeluarkan melalui kanal-kanal resmi BMKG guna memastikan keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem ini.