Dua desa di Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dilanda banjir pada Rabu (18/3/2026) malam. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan meluapnya Sungai Lakea II dan merendam permukiman warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa tim telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan. “Tim telah turun melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Buol untuk langkah penanganan lebih lanjut,” kata Asbudianto dalam keterangan yang diterima di Palu, Rabu.
Banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WITA, dengan laporan resmi diterima petugas pada pukul 21.19 WITA. Desa yang terdampak adalah Desa Lakea II dan Desa Ngune.
Berdasarkan data sementara, sekitar 500 kepala keluarga (KK) di Desa Lakea II terdampak langsung oleh banjir ini. Sementara itu, jumlah warga terdampak di Desa Ngune masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan. BPBD Sulteng memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian ini.
BPBD Sulteng telah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi terdampak. Kebutuhan mendesak yang teridentifikasi meliputi pembangunan tanggul sungai dan normalisasi Sungai Lakea II. Langkah ini dianggap krusial untuk mengurangi risiko banjir susulan di masa mendatang.
Meskipun hujan telah reda, Asbudianto menambahkan bahwa ketinggian air di lokasi masih terus meningkat. “Saat ini, hujan telah reda, namun ketinggian air masih terus meningkat,” ujarnya, mengindikasikan bahwa situasi masih perlu diwaspadai.
