Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mencatat total 11,53 hektare lahan terbakar di wilayah tersebut sepanjang periode 1 Januari hingga 6 Februari 2026. Angka ini mendekati 12 hektare dari total luasan lahan yang terdampak.
Kecamatan Payung Sekaki menjadi area terdampak paling parah dengan luasan mencapai 7,18 hektare. Sebaran titik api di kecamatan ini terdeteksi di Jalan As Shofa, Jalan Arjuna ujung, dan Jalan Sidorukun ujung.
Upaya Pemadaman Intensif di Payung Sekaki
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, menjelaskan bahwa penanganan di lapangan membutuhkan waktu dan upaya intensif. “Kami melalukan pemadaman di lahan tersebut, terutama di Jalan Arjuna ujung selama empat hari termasuk pendinginan,” kata Iwa Gemino pada Selasa (10/2) kemarin.
Secara spesifik, di lokasi Jalan Arjuna ujung saja, luas lahan yang terbakar mencapai tujuh hektare, menunjukkan skala kebakaran yang signifikan di satu titik.
Selain Payung Sekaki, kebakaran lahan juga terdeteksi di beberapa wilayah lain di Pekanbaru. Area tersebut meliputi Kecamatan Kulim, Rumbai, Rumbai Timur, Bukit Raya, Tuah Madani, dan Bina Widya.
Guna mengantisipasi perluasan titik api lebih lanjut, BPBD Kota Pekanbaru terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Kami melakukan pengawasan dan penanganan kebakaran lahan bersama aparat gabungan,” pungkas Iwa Gemino.
