Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu longsornya tebing setinggi 5 meter di Desa Maripari dan Desa Kertajaya, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, pada Minggu (25/1). Material longsor tersebut menimbun saluran irigasi persawahan sepanjang 12 meter dan menyebabkan sejumlah pohon tumbang menimpa rumah warga.
Meskipun tidak ada korban jiwa, tumpukan material longsor tersebut mengancam terjadinya banjir bandang jika tidak segera ditangani. Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat setempat segera bergerak untuk membersihkan material.
Ancaman Banjir dan Upaya Penanganan
Kapolsek Sukawening Polres Garut, Ajun Komisaris Budiman Suhardiana, menjelaskan bahwa laporan mengenai longsor diterima dari masyarakat. “Kami mendapat laporan dari masyarakat adanya material longsor menimbun aliran irigasi persawahan, dan petugas gabungan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, Desa, Camat, dan masyarakat bergerak hingga membersihkan material longsor. Karena, jika tidak dibersihkan, berpotensi banjir dan dampaknya kepada masyarakat,” kata Budiman pada Minggu (25/1/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menambahkan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang memang melanda sejumlah titik di Garut dalam beberapa hari terakhir. Fokus utama saat ini adalah memastikan aliran irigasi di Sukawening kembali normal.
“Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, Camat, Desa dibantu warga tengah melakukan evakuasi material longsor. Karena, jika tidak dibersihkan, bisa menyebabkan banjir dan dampaknya akan meluas kepada masyarakat, lantaran hujan masih terus terjadi hingga akhir Februari,” ujar Aah.
Dampak Lain dan Imbauan Kewaspadaan
Selain longsor, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga di beberapa lokasi. Rumah-rumah yang mengalami kerusakan sedang pada bagian atap berada di Kampung Cilogawa (Desa Mulyajaya), Kampung Padaawas (Desa Kadongdong), dan Kampung Banjarwangi (Desa Banjarwangi). Di lokasi lain, pohon tumbang juga menutup akses jalan menuju Pesantren Jawiyah di Kampung Kalikingemped, Desa Samarang.
Menyikapi kondisi ini, BPBD Kabupaten Garut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, banjir, pohon tumbang, hingga pergerakan tanah. BPBD bersiaga 24 jam dan terus berkoordinasi dengan TNI-Polri, serta pemerintah daerah, untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem ini,” pungkas Aah Anwar Saefuloh.
