PT Pertamina Patra Niaga resmi meluncurkan program MyPertamina UCollect (Used Cooking Oil Collection) Box di Yogyakarta. Inisiatif ini memungkinkan warga untuk mengonversi limbah minyak jelantah rumah tangga menjadi saldo digital MyPertamina, sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Program ini diresmikan bersamaan dengan pembukaan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan di Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, pada Rabu, 18 Februari 2026. Untuk menjalankan program ini, Pertamina menggandeng PT Noovoleum Indonesia Investama sebagai mitra teknis dalam pengelolaan pengumpulan minyak bekas tersebut.

Mekanisme Praktis dan Manfaat Ekonomi

Masyarakat yang berpartisipasi dalam program ini akan mendapatkan imbalan sebesar Rp5.500 untuk setiap satu liter minyak jelantah yang disetorkan. Proses penukarannya dirancang praktis melalui aplikasi MyPertamina.

Pengguna cukup memilih menu Sustainability Corner, mengklik opsi “ubah minyak jelantah jadi rupiah”, memindai barcode yang tersedia, lalu memasukkan minyak ke dalam kotak yang telah disediakan. “Melalui mekanisme digital ini, proses penukaran minyak jelantah menjadi lebih praktis, transparan, dan tercatat secara sistem,” ujar Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, pada Senin (23/2).

Taufiq menjelaskan, program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Inisiatif serupa sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Semarang, dengan total pengumpulan mencapai 143.545 liter minyak jelantah atau senilai sekitar Rp796 juta dalam kurun waktu enam bulan.

“Kami lanjutkan penempatan U-Collect di Yogyakarta sebagai langkah nyata kami dalam mendorong pengelolaan limbah jelantah yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tambah Taufiq.

Jaringan U-Collect Box di Yogyakarta

Saat ini, Pertamina telah menempatkan 10 unit U-Collect Box yang tersebar di titik-titik strategis di Yogyakarta. Lokasi-lokasi tersebut dipilih berdasarkan kepadatan penduduk serta kedekatan dengan pasar dan sentra kuliner.

  • SPBU 41.551.01 Coco Lempuyangan
  • Masjid Jogokariyan
  • SPBU 44.552.04 Maguwo
  • SPBU 44.551.01 Dukuh
  • SPBU 41.552.02 Coco Cokroaminoto
  • SPBU 44.552.08 Monjali
  • SPBU 44.551.18 Piramid
  • SPBU 44.555.35 UII
  • SPBU 41.552.01 Coco Adisucipto
  • SPBU 44.552.01 Mulungan Mlati

Inisiatif ini disambut antusias oleh warga. Ricca Pricillia (31), seorang pedagang gorengan di Jogokariyan, mengungkapkan, “Ini sangat bermanfaat dan lebih ramah lingkungan.” Harapan serupa juga disampaikan oleh Kuntadi, pelaku usaha ayam goreng asal Kulonprogo, yang berharap program ini dapat segera diperluas hingga ke wilayahnya agar lebih banyak masyarakat yang terbantu dalam mengolah limbah minyak goreng.