Lima kepala daerah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil meraih penghargaan nasional sebagai Pembina Terbaik dalam Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2026. Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Balai Kartini Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Pemberian penghargaan tersebut bertepatan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026, sekaligus peringatan Hari Sampah Nasional 2026. Para kepala daerah dari Kalsel yang menerima apresiasi ini meliputi Gubernur Kalsel Muhidin, serta Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Tabalong.

Indonesia dalam Kondisi Darurat Sampah

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi mendalam atas peran serta aktif provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia dalam upaya pengelolaan sampah. Hanif menegaskan bahwa saat ini Indonesia berada dalam kondisi darurat sampah, dengan potensi mencapai 141 ribu ton per hari.

“Target pengelolaan sampah yang ditetapkan Bappenas pada 2026 ini sebesar 63% dari 25% saat ini. Dengan kondisi itu maka perlu daerah aktif mengoperasikan fasilitas di lokasi masing-masing. Kemudian gencar melalukan edukasi, komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” tegas Hanif.

Kementerian Lingkungan Hidup juga menargetkan praktik open dumping sampah harus diakhiri pada 2029 mendatang. Hingga saat ini, masih terdapat 481 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di seluruh Indonesia yang masih menggunakan sistem open dumping dalam pengelolaan sampah.

Dukungan Masyarakat untuk Indonesia ASRI

Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, mengungkapkan bahwa penghargaan yang diterima ini menjadi motivasi besar bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk terus menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

“Kami meminta dukungan seluruh masyarakat Banua untuk bersama-sama dalam upaya pengelolaan sampah sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo menuju Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah),” kata Hasnuryadi.

Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 ini sendiri mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)” dan bertujuan mendorong akselerasi percepatan penyelesaian permasalahan sampah secara masif dari hulu hingga ke hilir. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah gubernur, bupati, dan walikota se-Indonesia.

Beberapa menteri juga turut menjadi pembicara utama dalam rakornas ini, di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Wihaji, dan Wakil Menteri Desa Riza Patria.