MEDAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada nelayan dan pemangku kepentingan di Sumatera Utara terkait potensi gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran. Kondisi ini diperkirakan berlangsung dari 13 hingga 15 Maret 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, menyatakan, “Waspada potensi terjadinya gelombang tinggi pada 13 hingga 15 Maret 2026. Gelombang laut dapat mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.”
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 5 sampai 25 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8 sampai 30 knot.
Beberapa perairan yang berpotensi diterjang gelombang tinggi meliputi perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan Kepulauan Batu, dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.
BMKG mengimbau para nelayan yang menggunakan perahu agar meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Peringatan serupa juga ditujukan bagi kapal tongkang, di mana kewaspadaan perlu ditingkatkan saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Selain potensi gelombang tinggi, Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Diana, menambahkan bahwa sejumlah wilayah di Sumatera Utara juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Jumat (13/3).
Hujan ringan diperkirakan terjadi pada Jumat pagi di wilayah Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Padangsidimpuan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Asahan, dan Batu Bara. Pada siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di Langkat dan sekitarnya. Malam hari, cuaca umumnya berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian besar wilayah, dan dini hari berpotensi hujan ringan di beberapa area.
“BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah lereng barat dan lereng timur Sumatera Utara yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Putri Diana.
