Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, meluncurkan program penanaman 140 bibit tanaman mangga di sejumlah sekolah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya daerah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menjelaskan bahwa gerakan yang diberi nama “Gerakan Sekolah Tanam Pangan Sepuluh Pohon” (Gerseta Paseppo) ini bertujuan ganda. “Jadi sekolah bukan hanya tempat belajar di dalam kelas tetapi juga menjadi ruang pembelajaran hidup termasuk bagaimana memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan,” kata Ansyar saat dihubungi di Banawa, Sabtu (7/2/2026).

Ansyar menambahkan, kegiatan menanam sepuluh pohon pangan di lingkungan sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan guru dan peserta didik mengenai pentingnya kemandirian pangan serta pelestarian alam. Ia meyakini, “Tentunya gerakan ini bisa membangun karakter peserta didik yang peduli, bertanggung jawab dan cinta terhadap lingkungan.”

Pemilihan tanaman mangga dalam program ini didasarkan pada nilai ekologis dan ekonomisnya. Program Gerseta Paseppo akan dilakukan secara bertahap dengan target ambisius mencapai 5.000 pohon. “Bibit pohon mangga ini bantuan dari Dinas Pertanian Donggala, jadi kami juga menyesuaikan dengan ketersediaan bibit tersebut,” ungkap Ansyar.

Ansyar berharap kegiatan penanaman pohon mangga ini dapat menjadi kebiasaan baik yang terus berlanjut, tidak hanya terbatas di lingkungan sekolah, tetapi juga meluas ke lingkungan rumah dan masyarakat sekitar. “Harapannya gerakan sekolah tanam pangan sepuluh pohon ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat Kabupaten Donggala,” pungkasnya.