Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Bali pada Sabtu, 31 Januari 2026. Tiga kabupaten diprediksi akan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dengan level peringatan siaga.

Ketiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Bangli, Gianyar, dan Klungkung. Sementara itu, dua kabupaten lainnya, Badung dan Tabanan, juga berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Selain hujan, BMKG juga memperingatkan adanya potensi angin kencang yang akan melanda Kabupaten Badung, Gianyar, Klungkung, serta Kota Denpasar. Peringatan dini angin kencang ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga Minggu, 1 Februari 2026.

Secara terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali telah mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat sistem peringatan dini banjir di Tukad Badung, Denpasar. Sebanyak enam unit sirene Early Warning System (EWS) telah dipasang di sepanjang aliran sungai tersebut sebagai upaya melindungi warga dari risiko banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Gede Teja, pada Jumat (30/1), menjelaskan fungsi dari pemasangan sirene ini. “Sirene ini dirancang sebagai penanda dini ketika debit air meningkat dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut Gede Teja, keberadaan EWS harus diiringi dengan pemahaman yang baik dari masyarakat. Ia mengimbau warga untuk segera meningkatkan kewaspadaan saat sirene berbunyi, menjauhi bantaran sungai, memantau kondisi air, dan bersiap melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila situasi memburuk.

Ke depan, sistem peringatan dini ini akan diperluas ke titik-titik rawan banjir di kabupaten lain di Bali. Langkah ini menegaskan pendekatan BPBD Bali yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan peringatan dapat dipahami, direspons, dan benar-benar menyelamatkan. “Peringatan dini bekerja efektif ketika masyarakat tahu apa yang harus dilakukan,” imbuh Gede Teja.