Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa dan berbagi kebahagiaan bersama 850 Bunda Ojek Online (Ojol) serta 455 jemaah pengajian Islamic Center dalam kegiatan Marhaban Ya Ramadhan di Islamic Center Jawa Timur, Surabaya, Selasa (17/2). Acara ini digelar menjelang datangnya bulan Ramadhan 1447 Hijriah sebagai wujud kepedulian sosial dan ajakan memperkuat kesiapan spiritual serta sosial masyarakat.
Kesiapan Spiritual dan Sosial Sambut Ramadan
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa menyambut Ramadhan tidak hanya membutuhkan kesiapan ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan mental. Hal ini khususnya ditekankan bagi para bunda ojol yang setiap hari bekerja di jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Selamat menyambut bulan Ramadan 1447 Hijriah, mudah-mudahan kuat puasanya, bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan penuh keberkahan,” ujar Gubernur Khofifah. Ia melanjutkan, “Saya tahu pekerjaan panjenengan berat harus membawa penumpang pagi, siang sampai sore. Tapi mudah-mudahan semuanya diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah Ramadan dengan baik.”
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan doa dan harapan agar masyarakat Jawa Timur dapat menyekolahkan putra-putri mereka setinggi-tingginya. “Mudah-mudahan panjenengan bisa menyekolahkan putra-putri setinggi-tingginya, bisa sampai doktor, bisa sampai profesor, ilmunya manfaat, barokah, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” lanjutnya.
Apresiasi Peran Muzakki dan Mustahik
Gubernur Khofifah turut mengapresiasi peran muzakki dan mustahik dalam proses pengelolaan zakat, terutama saat Ramadhan. Ia menekankan pentingnya amanah dalam pengelolaan dana zakat.
“Muzakki dan mustahik menjadi bagian penting di dalam proses menerima dan menyalurkan zakat. Oleh karena itu, ini merupakan amanat besar dan berat kepada Badan Amil Zakat dan Infak Sedekah. Mudah-mudahan semua amanah dan bisa menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.
Beragam Bantuan Disalurkan Baznas Jatim
Dalam acara Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriah ini, sejumlah bantuan Program Baznas Jatim diserahkan kepada para mustahik. Bantuan tersebut meliputi:
- Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) sebesar Rp2 juta per semester kepada Aditya Angga, mahasiswa Universitas Merdeka Surabaya.
- Beasiswa sebesar Rp1 juta kepada Felysia Tiara Lestari, siswi SMK Kawung 2 Surabaya.
- Bantuan pemberdayaan ekonomi mustahik melalui program ZChiken, ZAuto, dan ZCoffe kepada sejumlah pelaku usaha kecil menengah, berupa permodalan dan pembuatan outlet.
- Bantuan alat kerja berupa rombong kepada Yuni Sulistyowati, penjual nasi pecel.
- Bantuan modal usaha UMKM sebesar Rp1,5 juta kepada Basuki, penjual makanan.
- Bantuan program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp20 juta yang diserahkan kepada Syamsul Hadi dari Sidoarjo.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga membagikan paket sembako kepada 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah pengajian Islamic Center. Paket sembako tersebut berisikan beras 5 kg, minyak 1 liter, gula 1 kg, 5 pcs mie instan, serta teh kotak.
Waspada Fitnah di Era Digital
Pimpinan Baznas RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Nur Chamdani, yang turut hadir, mengaku terharu melihat antusiasme lebih dari seribu orang yang hadir. Ia mengingatkan para Bunda Ojol akan pentingnya menjaga diri dari fitnah akhir zaman di tengah gempuran era teknologi.
“Kita sekarang ini menghadapi masa di mana tidak ada yang terlepas dari online. Tapi, apa yang perlu paling kita waspadai adalah adanya fitnah. Maka untuk puasa ini, mari kita siapkan tiga hal. Bukan hanya sekadar mengatur perut, tetapi juga lisan kita dan hati kita,” katanya.
Chamdani kemudian mengutip perkataan Sayyidina Ali bin Abi Tholib yang menyatakan bahwa puasa hati lebih baik dari puasa lisan, dan puasa lisan lebih baik dari puasa perut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangannya dalam membina Baznas di berbagai wilayah.
“Ramadan ini juga jadi kesempatan saya untuk mohon maaf atas segala kekurangan saya dalam membina Baznas di Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Maluku dan Papua. Karena banyak sekali kekurangan saya di dalam membina wilayah yang menjadi tanggung jawab saya. Maafkan saya,” pungkasnya. Acara penyambutan Bulan Ramadhan ini berjalan khidmat dengan pembacaan shalawat, ayat suci Al-Qur’an, dan tausiyah Ramadhan yang diberikan oleh Ketua Baznas Jatim Ali Maschan Moesa.
