Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu, 18 Februari 2026, pukul 01.00.51 WIB. Getaran gempa yang berpusat di laut ini terasa hingga beberapa wilayah lain seperti Tasikmalaya, Ciamis, dan Kabupaten Bandung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya segera bergerak mendata potensi dampak di wilayahnya.
Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dangkal tersebut berlokasi di koordinat 8,46 LS dan 108,11 BT, sekitar 94 kilometer barat daya Pangandaran. Dengan kedalaman 10 kilometer, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Intensitas getaran gempa bervariasi di sejumlah daerah. Di Pangandaran dan Tasikmalaya, gempa dirasakan pada Skala III MMI, yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu. Sementara itu, di Garut tercatat Skala II–III MMI, dan di Ciamis serta Bandung pada Skala II MMI.
Warga di daerah terdampak merasakan guncangan yang cukup mengejutkan. Nurdiansyah (37), seorang warga Pangandaran, menceritakan pengalamannya. “Gempa bumi terasa cukup kuat, membuat tetangga rumah langsung keluar untuk menyelamatkan diri. Namun setelah itu, aktivitas warga kembali normal, gelombang laut pun tetap stabil,” ujarnya.
Senada, Ujang (43), warga Tasikmalaya, juga mengungkapkan kepanikan sesaat. “Getaran gempa membuat keluarga kami terbangun dan bergegas keluar rumah, tapi tidak menimbulkan kerusakan,” kata Ujang.
Meskipun pusat gempa berada di Pangandaran, BPBD Kabupaten Tasikmalaya tetap melakukan langkah antisipasi. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menegaskan bahwa kondisi wilayah Tasikmalaya masih normal. “Relawan BPBD sedang mendata rumah warga yang terdampak gempa, meski pusat gempa berada di Pangandaran,” jelas Abdul Azis.
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini merupakan akibat dari aktivitas subduksi lempeng dan memiliki karakteristik dangkal. Skala intensitas MMI menunjukkan bahwa meskipun gempa dirasakan nyata dan menyebabkan benda ringan bergoyang, tidak ada laporan kerusakan signifikan pada bangunan saat berita ini disusun.
