Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () telah mengeluarkan untuk Jumat, 20 Februari 2026, yang mengindikasikan potensi hujan lebat di berbagai daerah di Indonesia. Peringatan dini ini disampaikan untuk mengantisipasi dampak hidrometeorologi yang mungkin terjadi, seperti banjir dan tanah longsor.

Wilayah Terdampak dan Potensi Cuaca Ekstrem

Berdasarkan analisis BMKG, sejumlah provinsi diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa bagian barat dan tengah, Kalimantan, Sulawesi bagian selatan dan tengah, serta Papua. Kondisi atmosfer yang tidak stabil, ditambah dengan adanya pola tekanan rendah di sekitar wilayah Indonesia, menjadi pemicu utama peningkatan curah hujan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dalam keterangannya, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi,” ujarnya. Peringatan ini juga mencakup potensi gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia akibat angin kencang.

Antisipasi Dampak dan Imbauan Kewaspadaan

Hujan lebat yang terus-menerus berpotensi memicu terjadinya banjir di dataran rendah dan tanah longsor di wilayah perbukitan atau lereng gunung. Selain itu, angin kencang juga dapat menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum. BMKG menyarankan pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dini, seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rapuh, dan menyiapkan jalur evakuasi.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau berencana melakukan perjalanan diimbau untuk lebih berhati-hati dan selalu membawa perlengkapan pelindung diri dari hujan. Nelayan dan operator transportasi laut juga diminta untuk memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melaut guna menghindari risiko kecelakaan akibat gelombang tinggi.