Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengimbau seluruh pihak untuk menghormati putusan hukum dan menjaga stabilitas daerah menyusul penahanan Camat Pajo, Imran. Imran dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Dompu setelah putusan pengadilan dalam perkara penganiayaan yang menjeratnya telah berkekuatan hukum tetap.
Pemkab Dompu Tekankan Ketaatan Hukum
Penjabat Sekretaris Daerah Dompu, H. Khairul Insyan, menegaskan bahwa ketaatan terhadap hukum serta penghormatan pada putusan yang telah diambil adalah pondasi penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat. “Ketaatan terhadap hukum serta penghormatan pada putusan yang telah diambil adalah pondasi penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat,” ujar Khairul di Dompu, Jumat (3/4/2026).
Ia menekankan bahwa setiap warga negara, termasuk aparatur sipil negara (ASN), memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, semua wajib mematuhi ketentuan yang berlaku. Menurut Khairul, penghormatan terhadap proses hukum menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan sekaligus menciptakan rasa keadilan di tengah masyarakat.
“Tidak ada pihak yang berada di atas hukum. Prinsip ini penting agar keadilan dapat ditegakkan dan masyarakat tetap merasa terlindungi,” katanya.
Imbauan untuk Menjaga Kondusivitas
Selain itu, Khairul juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia secara khusus menyoroti informasi yang berpotensi memicu ketegangan sosial. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga kondusivitas daerah di tengah dinamika penegakan hukum yang berkembang.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga stabilitas serta keharmonisan di daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Dompu telah mengeksekusi Camat Pajo Imran untuk menjalani hukuman penjara selama enam bulan. Eksekusi ini sesuai dengan putusan pengadilan dalam perkara penganiayaan yang telah inkrah. Pelaksanaan eksekusi tersebut sempat mendapat perhatian dari sejumlah warga, namun situasi tetap berlangsung aman dan terkendali di bawah pengamanan aparat.
