Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah pada Minggu, 1 Maret 2026. Prakiraan menunjukkan adanya ancaman gelombang tinggi hingga empat meter di perairan selatan serta banjir rob di perairan utara Jawa Tengah.
Prakiraan Cuaca dan Potensi Bencana Hidrometeorologi
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprediksi cerah berawan. Namun, memasuki siang, sore, hingga malam hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur secara merata. Bahkan, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 21 daerah, meliputi kawasan Solo Raya, Pantura, dan Jawa Tengah bagian tengah.
Selain itu, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter masih akan berlangsung di perairan selatan Jawa Tengah. Sementara itu, di perairan utara, gelombang diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini berisiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot.
Fenomena air laut pasang atau rob dengan ketinggian maksimum 1 meter juga diperkirakan akan mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Pantura. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas, Shafira Tsanyfadhila, mengingatkan, “Waspadai banjir di sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati, sebagai dampak rob pada pukul 17.00-20.00 WIB.”
Shafira Tsanyfadhila menambahkan bahwa rob diperkirakan masih akan berlangsung hingga Selasa (3/3). Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan utara dan selatan Jawa Tengah juga berisiko terhadap aktivitas pelayaran, termasuk kapal nelayan, tongkang, maupun angkutan barang dan orang.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem masih mengancam 21 daerah di Jawa Tengah pada Minggu (1/3). Oleh karena itu, warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.
Daerah-daerah di Jawa Tengah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, menurut Farita Rachmawati, meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Tegal, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Farita Rachmawati juga menjelaskan kondisi cuaca di daerah lainnya. “Sedangkan daerah lainnya diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban 60-95 persen,” ujarnya.
sumber gambar: gesit.id 