Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), secara resmi meluncurkan program Kartu Sumbawa Barat Maju. Inisiatif ini merupakan komitmen daerah dalam menggenjot pengembangan agribisnis peternakan sapi Bali, yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kelompok.
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis yang layak dijalankan. “Program agribisnis peternakan sapi ini merupakan program strategis yang layak dan pantas untuk dijalankan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis kelompok,” ujar Amar saat sosialisasi di Kantor Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Sumbawa Barat, Selasa (3/3/2026).
Amar Nurmansyah menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat untuk kesuksesan program. Ia secara langsung meminta kesungguhan warga, mengingat keterlibatan kelompok menjadi kunci utama. “Saya perlu melihat kesungguhan bapak-bapak semua. Karena yang akan mengerjakan ini adalah keterlibatan aktif anggota kelompok. Tanpa keseriusan, program ini tidak mungkin berjalan,” tegasnya.
Kecamatan Brang Ene dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena potensi besar dari skema Hutan Kemasyarakatan (HKM). Di wilayah ini, empat kelompok HKM mengelola lahan seluas kurang lebih 1.000 hektare, yang dinilai sangat potensial untuk mendukung pengembangan agribisnis peternakan sapi.
Bupati Amar menjelaskan bahwa manfaat program akan dirasakan langsung oleh mereka yang bekerja dan terlibat aktif. “Siapa yang bekerja, dialah yang akan mendapatkan manfaatnya. Semua diatur secara kelompok, bukan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.
Dalam program ini, pemerintah akan memberikan dukungan penuh berupa pembangunan kandang kolektif, penyediaan pakan, serta bantuan bibit ternak. Tahap awal akan difokuskan pada pengembangan sapi Bali dengan pola intensif untuk penggemukan.
Pemerintah juga merencanakan pengalokasian sapi eksotik setelah tahap awal berjalan optimal. “Untuk tahap pertama ini mulai dengan sapi Bali. Tahun depan, baru rencanakan sapi eksotik. Kami awali dulu dengan yang sudah dikuasai dan sesuai kondisi daerah,” pungkas Amar.
sumber gambar: gesit.id 